BEKASI, banuapost.co.id– Sebuah jala tangkap ditebar Presiden Joko Widodo, meski dibantu petambak di tambak udang di Desa Pantai Bakti, Muara Gembong, Bekasi, Rabu (30/1) pagi.
Sempat dibiarkan sejenak. Ketika jalan diangkat, tampak
tumpukan udang pun memenuhi jala yang ditebar.
Pagi itu presiden bersama para penambak memang tengah
melakukan panen raya udang vaname di Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara
Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Udang yang berhasil ditangkap, kemudian dituangkan ke
dalam wadah yang disiapkan. Beberapa di antaranya berceceran hingga ke luar
wadah.
Presiden kemudian mencoba mengambil udang yang tercecer.
Namun saat memegang, salah satu jari presiden kepatil hingga terluka.
Lokasi panen raya udang vaname yang dikunjungi presiden, sebagaimana
rilis yang diterima redaksi banuapost.co.id dari Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media
Sekretariat Presiden, merupakan lokasi pengelolaan melalui Izin Pemanfaatan
Hutan Perhutanan Sosial (IPHPS).
Lokasi IPHPS di desa tersebut, dikembangkan sebagai
lokasi pengelolaan kawasan mangrove, dibarengi dengan usaha tambak oleh masyarakat
setempat yang diberikan akses pemerintah untuk mengelola.
Di lokasi tersebut, sebelumnya pada 1 November 2017, presiden
menyerahkan surat keputusan yang menegaskan pemanfaatan hutan kawasan hutan
negara untuk dapat diakses petani dan petambak.
Salah satunya adalah SK izin pemanfaatan hutan Perhutanan
Sosial kepada kelompok tani Mina Bakti seluas 80,9 hektare bagi 38 kepala
keluarga.
“Ini dulu kita tebar benih memulai memperbaiki lingkungan di sini. Itu November (2017). Dulu pikiran kita di Februari bisa panen, ternyata gagal. Diulang lagi, berhasil. Tapi baru 50 persen. Ini proses pembelajaran untuk para petani memang memerlukan proses seperti ini,” ujar presiden. (yb/din/foto: muchlis jr)
