MANDI KAPAU, banuapost.co.id– Si Lesung, buah durian asal Desa Biih, tampil sebagai kampiun dalam kontes buah beraroma khas dan Gelar Buah Eksotis, Selasa (22/1) siang.
Buah durian milik Anita Fitriani, warga Desa Biih itu, selain menyisihkan puluhan pesaing durian lainnya, juga meraih nilai tertinggi, 815 poin, dalam kontes yang digelar Pemkab Banjar di Danau Tamiyang, Desa Mandi Kapau, Karang Intan.
Kabupaten Banjar merupakan satu daerah di Provinsi Kalsel yang kaya dengan buah-buahan tradisional, salah satunya durian. Di setiap musim buah, pemkabnya rutin menggelar kontes.
Dalam kontes ini, juri menilai berdasarkan aroma, warna, ketebalan, tekstur dan proporsi rasa daging durian yang dilombakan.
Menurut Anita, kata Lesung untuk nama durian yang diikutkannya pada lomba kali ini, karena di bawah pohon durian tersebut terdapat lesung atau alat menumbuk padi.
Sementara usia pohon durian yang menghasilkan Si Lesung ini, sekitar lima belas tahun.
“Buahnya lumayan banyak ketika musim panen seperti sekarang. Biasanya juga dijual. Untuk saat ini harganya Rp 25.000 per biji,” jelas Anita yang tahun lalu juga memenangkan kontes serupa dengan durian bernama Si Bamban.
Setelah memenangi kontes di tingkat kabupaten, Anita berencana mengikutkan durian dari kebunnya di lomba tingkat Provinsi Kalsel yang rencananya digelar di Kawasan Wisata Kiram, Kabupaten Banjar, Kamis (24/1) mendatang.
Di kontes kali ini, para juara juga berhak atas uang tunai. Juara pertama meraih uang pembinaan Rp 7,5 juta ditambah sepeda motor.
Juara kedua diraih durian dengan nama Si Tembaga, juga dari Desa Biih yang mendapat uang pembinaan Rp 4 juta.
Kemudian juara ketiga diraih durian Si Waluh dari Desa Mandi Kapau Barat yang berhak mendapat uang tunai Rp 2,5 juta.
Sedang juara harapan satu hingga tiga, mendapatkan uang pembinaan masing-masing Rp 1 juta. (emy/foto:iman)
