PELAIHARI, banuapost.co.id– Memanjang sekitar 50 meter, siring Sungai Datu Daim, Jl Telaga Daim RT 01/01, Kelurahan Karang Taruna, Pelaihari, runtuh, Senin (21/1) sekitar pukul 15:00 Wita.
Akibat runtuhnya penahan bibir sungai tersebut, membuat warga sekitar was-was. Karena kalau lambat dilakukan perbaikan, abrasi sungai akan kian menuju jalan umum.
Menurut Erna, pedagang makanan dan minuman yang posisi tempat tinggalnya persis di depan runtuhnya siring, bukan lantaran debit air sungai yang naik.
Namun pada titik yang runtuh itu, ada tumbuh pohon jambu air. Pada saat ada angin bertiup kencang, pohon pun bergoyang hingga tanah pun ikut tergerak.
“Posisi tumbuhnya pohon berada di bagian atas tebing sungai, membuat tanah ikut bergerak. Sehingga keadaan tanah di tebing sungai pun jadi labil,” jelasnya.
Atas runtuhnya siring sungai itu, Kepala Bidang Pengairan dan Sumber Daya Air (SDAP) Dinas PUPRP Tala, Totom Wahyudi, beserta anak buahnya langsung meninjau lokasi setelah mendapat laporan warga.
Didampingi Lurah Karang Taruna, Auranti Muranti Purihaningrum, pengukuran panjang siring pun langsung dikerjakan.
Menurut Totom, keberadaan pohon jambu air itu ada berandil dengan runtuhnya siring, mengingat posisinya persis di tebing sungai.
Diakui Totom, di 2019 ini memang ada anggaran untuk perbaikan siring sebesar Rp1 milliar di seluruh Kabupaten Tala. Jadi bisa dikerjakan di April mendatang, di samping pada bulan tersebut kondisi curah hujan di prediksi tidak tinggi. (zkl/foto: zul yunus)
