MUARA TEWEH, banuapost,net–
Memperingati Hari Kontrasepsi se Dunia, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga
Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DisdldukKB dan P3A)
Barito Utara, senam Gemu Fa Mire (Maumera).
Senam dilaksanakan di halaman DisdldukKB dan P3A, Jumat
(20/9). Diikuti warga, pegawai, mitra kerja DisdldukKB dan P3A.
Menurut Kepala DisdldukKB dan P3A Barito Utara, Hj Siti
Nornah, program kependudukan, keluarga
berencana dan pembangunan keluarga (KKBPK) di Indonesia, telah menorehkan
sejarah panjang dalam pembangunan nasional.
“Selama 40 tahun terakhir, program KB di indonesia telah menurunkan
secara berarti angka kelahiran rata-rata dari 5,6 anak per wanita usia subur
pada akhir l960-an menjadi 2,6 pada 2012.
Dt 2017 menurun menjadi 2,4 anak per wanita,” kata Hj Siti Nornah.
Saat ini, sambung Hj Siti Normah, program KKBPK telah
menjadi salah satu program prioritas pemerintah. Meski demikian, keberhasilan
pencapaian program KB sangat ditentukan kesetaraan masyarakat, terutama dalam
hal ini pasangan usia subur (PUS) dalam ber KB.
Di samping peningkatan jumlah peserta KB baru, komitmen
dari peserta KB aktif, juga perlu diperhatikan agar tidak menyebabkan
peningkatan angka putus pakai dalam ber KB.
“Kesetaraan ber KB ini dapat memberikan dampak yang
signifikan terhadap program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan
keluarga,” imbuhnya. (arh/foto: ist)
