MUARA TEWEH, banuapost.co.id–
Ratusan warga di Kabupaten Barito Utara (Barut) terserang penyakit Infeksi
Saluran Pernapasan Atas (ISPA), dampak kabut asap yang melanda.
Data yang masuk di Dinas Kesehatan (Dinkes) Barito Utara
menyebutkan, periode 2- September 2019 tercatat 427 kasus ISPA.
Plt Kadinkes Barut, H Siswandoyo, menyebutkan,
berdasarkan hasil rekapitulasi data masuk dari 16 puskesmas yang tersebar di
sembilan kecamatan, da tercatat sebanyak 427 kasus ISPA.
Kasus terbanyak di Puskesmas Lahei 2 berjumlah 96 kasus, Muara
Teweh 56, Lanjas 48, Sei Rahayu 39, Kandui 26, Butong 24, dan Tumpung Laung 24
kasus.
Kemudian Puskesmas Benao, 23 kasus, Lemo 20, dan
Puskesmas Lahei 1 ada 20 kasus. Lalu Puskesmas Sikui 13 kasus, Benangin dan
Lampeong masing-masing 10 kasus, Ketapamg 7, Mampuak 6, dan Puskesmaa Mampuak 5
kasus.
“Ini sesuai data yang masuk periode 2-14 September 2019
terkait kasus ISPA,” kata Siswandoyo.
Sementara dalam rangka tanggap darurat kabut asap, RSUD
Muara Teweh, Dinas Kesehatan dan 16 Puskesmas se Barito Utara, telah menyiapkan
ruangan khusus untuk menangani pasien yang perlu oksigen karena darurat kabut
asap ini.
Menurut Direktur RSUD Muara Teweh, drg Dwi Agus
Setijowati, ruangan disiapsiagakan di
lantai dasar atau lantai satu bagi warga yang menggalami gangguan pada
nafasnya.
“Tidak perlu menunggu sampai kondisi pernapasan parah. ruang
ini gratis untuk warga yang terpapar akibat sesak nafas,” kata Dwi Agus.
Begitupun dengan Puskesmas Lanjas, juga menyediakan ruang
oksigen. Sehingga warga yang membutuhkan pertolongan akibat sesak nafas dan
saluran pernafasan terganggu dapat segera tertolongi. (arh/foto: ist)
