BANJARMASIN, banuapost.co.id–
Ketulusan seorang Mardani H Maming untuk saling berbagi sukses dalam berbinis, terutama
dengan wirausaha muda, patut diacungi jempol.
Pasalnya sangat jarang terdengar seorang pengusaha yang
sukses, mau berbagi tips atau saran bagaimana cara meraih keberhasilan
tersebut.
Karena munculnya pengusaha baru, sering dicap sebagai
pesaing yang dikemudian hari dapat menggangu kelancaran bisnis yang sudah
digeluti.
Apriori dengan pengusaha yang baru merintis atau yang
sudah sukses, nampaknya tidak berlaku
bagi CO Holding PT Batulicin 69 dan Maming 69 itu.
Setelah pengusaha pemula dan Mahasiswa Universitas Brawijaya
Malang, akhir pekan tadi, hal serupa juga dilakukan Ketua Umum BPP HIPMI itu di
Kota Banjarmasin, Senin (4/11) malam, dengan tajuk: Ngopi Bareng MHM di Rumah Panasdalam,
kawasan Jl Sutoyo S.
Pemilik 54 anak perusahaan yang bergerak di berbagai
bidang usaha itu, menggelar lagi tips berbagi dengan tajuk: HIPMI Goes to Campus
2019 di General Building Student Activity Center ULM, Selasa (5/11).
Tak hanya berbagi tips, Mardani juga memberikan bantuan uang
tunai ke-10 ke pengusaha muda Banjarmasin, masing-masing Rp 10 juta.
Dalam HIPIMI Goes to Campus ini, selain Mardani H Maming
sebagai narasumber, juga ada pembicara lain yang lebih pada Government
Entrepreneurship, yakni salah seorang intelektual muda ULM yang juga salah satu
sfaf ahli Gubernur Kalsel, Taufiq Arbain.
Seperti halnya di depan wirausaha muda tersebut, di
hadapan kaum intelektual Kota Banjarmasin, Ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten
Seluruh Indonesia (Apkasi) itu, kembali mengingatkan untuk tidak pernah takut dengan
gagal.
“Setiap pengusaha sukses, pasti pernah mengalami
kegagalan. Bahkan sampai bangkrut,” ujar Bupati Tanah Bumbu ke-2 dua periode
itu.
Namun, lanjut Mardani, dari kegagalan itu seorang pengusaha
harus bangkit dan belajar untuk membangun kembali usahanya. Bahkan belajar dari
pernah gagal, setiap tindakan dan keputusan dalam memajukan bisnis akan
terperhitungkan dengan matang.
“Itu pernah saya alami, hingga sampai menjadi penjual
pupuk ke perusahaan sawit di Tanah Bumbu. Bahkan dengan mengantar sendiri pupuknya,”
jelas Mardani. (yb/b2n/foto: beben)
