PELAIHARI, banuapost.co.id–
Seribu lebih pelari, termasuk dari Benua
Afrika, Kenya, berpartisipasi dalam event lari tahunan Kabupaten Tala, Tuntung
Pandang 10K, Minggu (10/11).
Event lari marathon ini, merupakan kedua kalinya dihelat
sejak pertama 2018, dalam rangka menyambut Hari Jadi ke-54 Kabupaten Tala.
Setelah sukses mendatangkan seribu lebih pelari dari
dalam maupun luar kota, bahkan provinsi lain, tahun ini Kabupaten Tala kembali menjadi
magnet bagi para pelari.
Pada even Tuntung Pandang 10 K ini terlihat delapan atlet
asal Kenya, Afrika, terdiri 5 laki-laki dan tiga wanita. Namun mereka tidak
diizinkan untuk ikut lomba.
Kadispora Tala membenarkan adanya delapan pelari asal
negara di Afrika itu. Namun tidak ikut lomba karena belum mengantongi izin dari
Federasi Atletik Internasional.
“Ya benar ada beberapa pelari dari Kenya. Mereka hanya untuk eksibisi, bukan untuk ikut
berlomba dengan peserta lainnya,” jelas Lutfiati Uyun, di sela-sela
kegiatan.
Menurut kadispora, event Tuntung Pandang 10K kali ini
diikuti 3 kategori peserta. umum 505 orang, master 40, dan pelajar 658 orang.
Sedang total hadiah mencapai Rp 120 juta serta doorprize sebanyak 8 unit sepeda
gunung.
Sementara Bupati Tala, H Sukamta yang melepas para pelari
mengatakan, dengan terselenggaranya event Tuntung Pandang 10K ini diharapkan
agar terlahirnya para pelari jarak jauh di Kabupaten Tala.
Selain itu, menurut Sukamta, dengan adanya event seperti
ini juga mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tala. Karena berdatangannya
para peserta dari luar daerah.
“Di satu sisi mendorong peningkatan prestasi olahraga, di
sisi lain meningkatkan perputaran ekonomi real di masyarakat kita,” jelasnya.
Saat disinggung di tahun yang akan datang rute lari
Tuntung Pandang 10K akan dirubah atau tidak, menurut bupati akan diteliti
kembali mana rute-rute potensial yang lebih baik dan menantang. Sehingga
menarik lebih banyak atlet larinya. (zkl/foto:
ist)
