PELAIHARI, banuapost.co.id– Syukuran sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT, digelar nelayan warga Desa Sabuhur di Dusun 5 Pantai Baru atau Muara Sabuhur, Kecamatan Jorong, Tala, Senin (30/12).
Bagi nelayan Desa Sabuhur, syukuran ini setiap tahun
digelar, sebelum nelayan memulai musim mencari ikan di laut.
Acara syukuran dilangsungkan pukul 13:00 Wita atau
setelah matahari mulai turun ke sebelah barat. Prosesi dilengkapi dengan sajian
berupa bubur merah dan putih, telor ayam, pisang satu sisir, ayam dua ekor dan
lima gelas air serta satu gelas bubur beras gula merah.
Prosesi adat dipimpin tetuha kampung yang dipercaya
sebagai penerus acara adat, Syukuran laut dilanjutkan dengan pembacaan Surah
Yassin dan doa-doa lainnya, dan diakhiri dengan doa selamat.
Sesuai kebiasaan turun-temurun, prosesi dilakukan di
gosong di muara Sungai Sabuhur, atau tempat pertemuan air laut dan air sungai
saat air laut surut.
Menurut Hadran, pemimpin upacara adat, apa yang dilakukan
dengan sesaji tersebut, hanyalah prosesi adat leluhur yang terus dilakukan. Sementara
doa, tetap dipanjatkan kepada Allah SWT sebagai pencipta alam semesta.
“Syukuran ini sudah berlangsung turun-temurun warga Desa
Sabuhur, sebagai penghormatan kepada para leluhur,” kata Hadran, yang mengaku generasi
keempat untuk melanjutkan tugas sebagai pimpinan upacara adat.
Hanya syukuran masyarakat Desa Sabuhur kali ini, agak
berbeda. Jika sebelumnya dilakukan di lingkungan warga Sabuhur, kali ini dihadiri
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Kalsel, Mahrus Aryadi, Camat
Jorong, Alfan Rosadi, Danramil Jorong, Kapten Jodi dan Mirta Sari Kepala Seksi
Konservasi Wilayah I Pelaihari.
Kepala BKSDA Kalsel, Mahrus Aryadi, mengatakan, upacara
adat ini perlu dilestarikan sebagai bentuk penghormatan pada leluhur. Namun
segala sesuatunya, harus berpegang pada kebesaran Allah SWT dan Muhammad SAW
sebagai Rasulullah.
“Semuanya berpulang kepada Allah SWT. Prosesi adat
hanya tradisi untuk menghormati leluhur,” kata Mahrus saat diminta memberi
sambutan.
Karena tidak ada akses jalan darat, warga Desa Sabuhur
dan undangan yang menghadiri Syukuran di Dusun 5 Pantai Baru, terpaksa diangkut
menggunakan puluhan perahu klotok dengan waktu tempuh sekitar satu jam. (zkl/foto: ist)
