BANJARMASIN, banuapost.co.id– Kejahatan konvensional, kasus kebakaran lahan dan hutan (karhutla) serta lakalantas di Provinsi Kalsel selama 2019, naik.
Soal naiknya tiga kasus ini, dikemukakan Kapolda Kalsel,
Irjen Pol Yazid Fanani, dalam jumpa pers akhir tahun, Senin (30/12) sore.
Menurut pati Polri bintang dua itu, selama 2019 tindak
pidana umum tercatat 1.289 kasus, terbanyak jenis pencurian dengan pemberatan
(curat), 383 kasus.
“Kita prediksi, kejahatan-kejahatan jenis ini akan naik, namun akan kita antispasi. Begitupun dengan kasus karhutla, kita berharap tahun yang akan datang berkurang,” imbuhnya.
Khusus untuk mkasus karhutla, lanjut Irjen Yazid, Polda
Kalsel menangani 40 kasus, ada perorangan dan juga korporasi.
“Dalam kasus karhutla ini, sudah ada yang ditetapkan
tersangkanya,” ujar Irjen Yazid.
Sementara
dalam bidang lalulintas, sambung Irjen
Yazid, jumlah kecelakaan mengalami kenaikan dibandingkan 2018 lalu.
“Sepanjang 2019 jumlah
lakalantas meningkat 7,83 persen, dibandingkan 2018 dalam periode yang sama,” tandas
kapolda.
Selama
2019, terjadi 532 peristiwa kecelakaan lalulintas, meningkat 485 dari 2018 lalu.
Peningkatan dalam jumlah korban
laka juga terjadi di 2019, meski tidak terlalu signifikan. Tercatat korban
meninggal dunia sebanyak 334 jiwa. Sementara
di 2018, 333 jiwa, atau naik 1 persen.
Sedang jumlah korban luka berat
sebanyak 116, naik 8,41 persen dibanding 2018 dengan jumlah 107 orang. Lonjakan
jumlah korban ringan sangat besar, yakni naik 18.11 persen dengan jumlah 409
orang dibanding 2018 yang berjumlah 345
orang.
Sementara
faktor kelalaian pengendara, menjadi penyebab utama tingginya angka kecelakaan
lalulintas. Termasuk masalah jalan dan cuaca, juga turut mempengaruhi terjadinya
lakalantas.
“Faktor
kesalahan manusia, menjadi penyebab dominan terjadinya lakalantas sepanjang 2019,”
tandas Irjen Yazid.
Menyingung
kasus narkoba, diakui Irjen Yazid, ada penurunan 6.5 persen. Jika 2018 ada 1.858
kasus, di 2019 terungkap 1.289 kasus.
|”Sementara
untuk kasus pertambangan, ada 20 kasus, baik itu batubara dan emas,” katanya.
Menutup
jumpa pers akhir tahunnya, Kapolda Kalsel Irjen Yazid Fanani mengimbau warga Banua
dalam merayakan pergantian tahun, tidak berlebihan, tidak menyalakan kembang
api atau petasan secara horizontal.
“Itu bisa
menimbulkan gesekan di masyarakat,” tegasnya. (yai/foto: ayai)
