BOGOR, banuapost.co.id– Sebagai dua negara yang memiliki sejarah cukup panjang, Presiden Joko Widodo mengajak Raja Belanda Willem-Alexander untuk menjadikan sejarah tersebut sebagai peneguhan kerja sama di berbagai bidang.
Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo dalam
pernyataan pers bersama dalam rangkaian kunjungan kenegaraan Raja Belanda
Willem-Alexander dan Ratu Máxima di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa
(10/3.
“Kita jadikan pelajaran sejarah tersebut untuk
meneguhkan komitmen membangun sebuah hubungan yang setara, yang saling menghormati
dan saling menguntungkan,” kata presiden dalam pernyataan pers bersama
Raja Willem-Alexander.
Menurut presiden, Belanda sebagai salah satu mitra
penting Indonesia di Eropa, sekaligus mitra strategis di bidang perdagangan,
investasi, dan pariwisata.
Di kawasan Eropa, Belanda merupakan mitra dagang
Indonesia terbesar ke dua, mitra investasi terbesar pertama, dan mitra
pariwisata terbesar keempat.
Beberapa kerja sama yang baru dan penting, antara lain, produksi kelapa sawit berkelanjutan, dalam isu
perempuan, perdamaian, dan keamanan, serta kerja sama pengelolaan pengendalian
penyakit menular. Selain itu, sejumlah kerja sama antarbisnis juga dilakukan
dengan nilai yang cukup besar, kurang lebih USD 1 miliar.
“Sebagai penutup saya ingin menyampaikan, kita tentu
tidak dapat menghapus sejarah. Namun kita dapat belajar dari masa lalu,”
ujar presiden.
Sementara Raja Willem-Alexander mengatakan, kunjungannya
ke Indonesia merupakan tanda yang sangat menjanjikan, dua negara yang pernah
berada di pihak yang berlawanan dapat menjalin hubungan yang semakin erat dan
mengembangkan sebuah hubungan baru berdasarkan rasa hormat, saling percaya dan
persahabatan.
“Ikatan di antara kita semakin erat dan beragam. Ini
sungguh menggembirakan saya. Dan saya tahu di Belanda banyak yang merasakan hal
yang sama. Banyak orang di Belanda merasakan ikatan yang kuat dengan
Indonesia,” kata Raja Willem-Alexander.
Menurut Raja Willem-Alexander, ikatan kedua negara juga
terlihat dari jumlah pelajar Indonesia yang belajar di Belanda. Terlebih, ini
juga terlihat dalam jalinan kerja sama erat antara kedua negara dalam bidang
ilmu pengetahuan, ekonomi, pengelolaan air, perlindungan alam dan iklim.
Raja Willem-Alexander juga mengakui kontribusi Indonesia
di dunia internasional dan mengatakan, Belanda membutuhkan Indonesia. Indonesia
adalah anggota G20 serta anggota terkemuka di ASEAN.
“Indonesia berperan besar dalam menjaga kestabilan
keamanan di Asia Tenggara. Saat ini Indonesia juga menjabat sebagai anggota
Dewan Keamanan dan Dewan Hak Azasi Manusia PBB,” jelasnya.
Sebagai negara demokrasi ketiga terbesar di dunia dan
salah satu ekonomi terbesar di Asia, kata Raja Willem-Alexander, Indonesia
memegang peran kepemimpinan. Contohnya, dalam upaya bersama untuk mempromosikan
dan melindungi tatanan internasional berbasis aturan.
“Indonesia memiliki tradisi yang lama dalam bidang
toleransi agama dan dalam hal ini bisa memainkan peran yang konstruktif. Sangat
penting untuk melanjutkan kerja sama dalam pemeliharaan perdamaian, keadilan
dan perlindungan bagi kaum minoritas, dengan tetap menjunjung tinggi kedaulatan
dan integritas teritorial,” paparnya. (yb/din/foto: setneg)