KARAWANG, banuapost.co.id– Pemerintah diminta memberi kesempatan yang seluas-luasnya kepada pengusaha nasional untuk ikut serta membangun perekonomian negara.
Permintaan dikemukakan Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan
Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Mardani H Maming, di sela-sela menghadiri
Musyawarah Daerah (Musda) ke-16 BPD HIPMI Jawa Barat yang berlangsung di Swiss Bell
Hotel Karawang, Senin (9/3).
Dalam pemilihan nakhoda baru BPD HIPMI Jawa Barat yang juga dihadiri
Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, dan Gubernur Riduan Kamil itu, permintaan CEO
Holding PT Batulicin 69 dan PT Maming 69 dengan entitas 55 anak usaha di berbagai
bidang itu, sangat beralasan.
Pasalnya, selama kesempatan tidak diberikan pemerintah ke pengusaha nasional
untuk berkiprah dalam membangun perekonomian negara, selama itu juga mereka akan
menjadi penonton di negerinya sendiri.
Bagaimana pun juga, menurut Mardani, pengusaha nasional yang notabene anak
bangsa, tentu terpanggil untuk melihat perekonomian negaranya maju, yang pada akhirnya
ikut dirasakan rakyatnya, sebagaimana Mukadimah UUD 45, menuju masyarakat adil,
makmur dan sejahtera.
“Sehingga pada gilirannya, tidak ada kesan yang kaya makin kaya, dan yang
miskin semakin miskin,” tegas Mardani.
Menyinggung Musda ke-16 BPD HIPMI Jawa Barat, Mardani berharap kegiatan
ini menjadi barometer BPD HIPMI lainnya di seluruh Indonesia.
“Setidaknya menjadi contoh bagi HIPMI di seluruh Indonesia jika
melaksanakan musda. Tidak terdengar ribut di antara sesama kandidatnya, menjaga
kekeluargaan. Sebagaimana moto HIPMI dalam setiap persaingan calon ketua umum: Bertanding
untuk Bersanding,” pungkasnya.
Dalam Musda ke-16 BPD HIPMI Jawa Barat ini, ada empat kandidat yang
bertarung. Mereka, Egi, Raihan, Jimmy dan Surya. (yb/b2n/oto: beben)