BANJARMASIN, banuapost.co.id– Kapolda Kalsel, Irjen Pol Yazid Fanani, meminta pengetatan pada posko perbatasan selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Banjarmasin.
Permintaan diungkapkannya saat memantau sejumlah posko PSBB, Rabu (29/4) malam. Pemantauan dilakukan bersama Sekdaprov Kalsel, Abdul Haris Makkie, yang merupakan Ketua Harian Tim Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid 19 Kalsel. Serta Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, Kapolresta Kombes Pol Rachmat Hendrawan dan Dandim 1007 Banjarmasin, Kol Inf Anggara Sitompul.
Awalnya, rombongan memantau di Posko 2 PSBB Banjarmasin di Jl A Yani. Dilanjutkan ke Posko 2 di Jl Veteran,, Sungai Lulut. Kedua posko tersebut, merupakan perbatasan Kota Banjarmasin dan Kabupaten Banjar.
Pantau dilanjutkan di Posko Handil Bakti, perbatasan Kota Banjarmasin dengan Kabupaten Barito Kuala. Terakhir, posko dalam kota di Jl Brigjend Hasan Basry, Kayutangi.
“Intinya kita berupaya memutus mata rantai penyebaran virus korona, tentu ini harus kita lakukan bersama-sama,” kata Yazid Fanani.
Menurutnya, pembatasan ini menjadi penting. Termsuk penjagaan di pos perbatasan yang menjadi pintu keluar masuk ke Banjarmasin.
“Semua pintu masuk ini harus diperketat. Tidak bisa di sini ketat, di sana longgar. Harus ketat semuanya,” tegas Irjen Yazid.
Selain ini, Yazid Fanani juga meminta masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam mematuhi aturan yang berlaku selama PSBB.
“Saat ini kita mengedepankan upaya persuasif dengan cara-cara humanis. Setelah itu nanti, kita evaluasi untuk langkah-langkah selanjutnya,” kata Pati Polri bintang dua itu. (emy/foto: deny yunus)