BANJARMASIN, banuapost.co.id– Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Kota Banjarmasin, bakal diperpanjang. Alasannya untuk menemukan puncak pandemi virus berdasarkan perhitungan epidemologi atau pola penyebaran penyakit.
Bakal diperpanjangnya PSBB ini dikemukakan Kadinkes Kota Banjarmasin, Machli Riyadi, saat mendampingi jajaran Komisi III DPRD Kota memantau sejumlah posko di kawasan perbatasan, Selasa (5/5) malam.
“Tugas kami belum selesai menemukan puncak pandemi virus korona ini. Karena berdasarkan epidemologi dari data yang saat ini, seharusnya masih banyak orang yang patut dicurigai terpapar,” ujar Machli yang juga Jubir Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kota Banjarmasin.
Menurutnya, saat ini di Kota Banjarmasin sudah tercatat sembilan orang meninggal dunia karena Covid-19. Berdasarkan epidemologi, dari satu orang yang meninggal dunia karena penyakit ini, maka ada dua persen yang terpapar. Atau dari satu orang yang meninggal dunia, maka sedikitnya ada 50 orang yang terpapar.
“Karena itu, diperkirakan sebenaranya ada sekitar 450 orang di Banjarmasin yang saat ini sudah terpapar. Nah perpanjangan ini, kami perlukan untuk mencari orang-orang tersebut,” tandasnya.
Namun di PSBB jilid dua nantinya, menurut Machli, perlu banyak perubahan dibanding saat ini. Termasuk peningkatan peran serta aparat hingga ke tingkat kelurahan. Bahkan bila perlu hingga tingkat RT dan RW, untuk mengedukasi masyarakat.
Menyikapi rencana perpanjangan PSBB ini, Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Harry Wijaya, meminta walikota dan jajarannya membahas terlebih dulu dengan dewan kota.
“Sebelum diperpanjang, kami meminta walikota membahas dulu dengan kami. Seperti evaluasi terkait pendanaan. Karena bila diperpanjang, tentu memerlukan dana untuk operasional dan juga bantuan sosial,” kata Harry.
Selain itu, meski menilai pelaksanaan PSBB di tahap awal ini berjalan cukup baik, namun menurutnya perlu ada peningkatan diberikutnya.
“Pengetatat jangan hanya di jam malam. Kami berharap juga di siang hari, misalnya di lokasi yang masih berpotensi berkumpulnya orang banyak, seperti pasar dan lainnya,” ujar politisi PAN ini. (emy/foto: deny yunus)