BANJARBARU, banuapost.co.id– Memasuki pekan kedua pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Banjarmasin, ternyata belum maksimal. Penilaian ini sebagaimana hasil evaluasi Tim Gugus Tugas Percepatan Penangan (TGTP2) Covid-19 Kalsel.
“Dari evaluasi kita, ada kelompok masyarakat belum disiplin mentaati imbauan pemerintah. Misalnya dalam hal jaga jarak dan menghindari kerumunan,” kata jubir TGTP2 Covid-19 Kalsel, M Muslim, Minggu (3/5).
Selain itu, sambung Muslim, kerja petugas di pos penjagaan juga dinilai belum efektif. Karena itu, koordinasi anta instansi yang menurunkan petugasnya di lapangan atau pos penjagaan, diminta untuk lebih ditingkatkan.
“Sejatinya, PSBB ini upaya kita memutus mata rantai penularan virus korona. Oleh karena itu, efektifitasnya harus dimaksimalkan,” tandas Muslim
PSBB Banjarmasin dilaksanakan sejak Jumat (24/4) lalu. PSBB direncanakan berlangsung selama dua pekan atau 14 hari, Kamis (7/5) nanti.
Sementara terkait usulan tiga daerah lainnya, menurut Muslim, dokumennya masih dalam proses evaluasi. Ketiga daerah di Kalsel yang mengajukan usulan PSBB, yakni Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar dan Kabupaten Barito Kuala yang berbatasan dengan Kota Banjarmasin.
“Ada beberapa dokumen yang masih dievaluasi oleh gugus tugas dan diminta dilakukan perbaikan kepada ketiga daerah itu,” ujar Muslim
Menurut Muslim, sambil menunggu evaluasi, ketiga daerah yang mengajukan usulan PSBB diminta mempersiapkan diri. Seperti dalam hal kesiapan bahan pokok dan jaring pengaman sosial bagi warga terdampak.
“Kesiapan lainnya, ada pemantapan sistem pengamanan yang harus disiapkan ketiga daerah agar nantinya saat PSBB diberlakukan, bisa berjalan efektif,” imbuh Muslim.
Nantinya setelah evaluasi rampung, maka dokumen itu dalam waktu dekat segera diusulkan ke Kementerian Kesehatan RI. (emy/foto: deny yunus)