JAKARTA, banuapost.co.id– Tercatat 1.681 kasus baru yang dilaporkan 29 provinisi sepanjang Ahad (12/7). Akibat tambahan itu, Covid-19 Indonesia terakumulasi menjadi 75.699 orang.
“Kasus konfirmasi Covid-19 sebanyak 1.681 positif baru, sehingga totalnya menjadi 75.699 orang,” kata juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers yang disiarkan kanal YouTube BNPB, Ahad (12/7) sore.
Dari akumulatif itu, lanjut Yuri, sapaan Dirjen Pemberantasan Penyalit Kemenkes RI itu, sebanyak 35.638 pasien sembuh, dan 3.606 meninggal dunia.
“Jumlah pasien sembuh bertambah 919. Sementara pasien meninggal dunia juga bertambah 71,” jelas Yuri.
Sebelumnya, Sabtu (11/7), jumlah akumulatif kasus positif korona di Indonesia berada di angka 74.018, dengan 34.719 di antaranya sembuh, dan 3.535 meninggal dunia.
Sementara lima provinsi yang melaporkan tidak adanya penambahan kasus baru, sebagaimana dilansir dari situs covid19.go.id: Bangka Belitung, Jambi, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah dan Nusa Tenggara Timur.
Sedang sebaran 1.681 kasus baru dari 29 provinsi: Jawa Timur: 518, DKI Jakarta: 404, Sulawesi Selatan: 173, Kalimantan Selatan: 77, Jawa Tengah: 70, Papua: 63, Jawa Barat: 50, Sumatera Selatan: 49, Bali: 48, Kalimantan Tengah: 39, Sumatera Utara: 39, Nusa Tenggara Barat: 30 dan Sulawesi Utara: 23 kasus.
Kemudian: Kalimantan Timur: 17, Gorontalo: 14, Banten: 12, Maluku: 10, Maluku Utara: 8, Aceh: 7, Sumatera Barat: 6, Kepulauan Riau: 5, Papua Barat: 4, Sulawesi Barat: 4, Kalimantan Barat: 3, Lampung: 3,Sulawesi Tenggara: 2, Bengkulu, DI Yogyakarta dan Riau, masing-masing 1 kasus.

Pemerintah juga memperbarui data Orang Dalam Pemantauan (ODP), dan Pasien Dalam Pemngawasan (PDP virus korona, ada 34.486 ODP yang dipantau dan 14.515 PDP yang diawasi.
“Orang yang harus kita pantau selama 14 hari sebanyak 34.486 ODP, dan pasien dalam penagawasan (PDP) sebanyak 14.515 orang,” tandas Yuri.
Menurut Yuri, masih terjadi penularan virus korona di tengah masyarakat. Sehingga diimbau agar tetap patuhi protokol pencegahan korona.
“Masih ada sekelompok masyarakat yang rentan tertular, karena tidak menjalankan protokol kesehatan dengan baik. Kami ingatkan, masker jadi kunci, jaga jarak, tetap rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir,” jelasnya. (yb/foto: ist)