PELAIHARI, banuapost.co.id– Delapan remaja asal Banjarmasin tersesat di Bukit Lok Sajukung, Kecamatan Bajuin. Mereka sempat kedinginan sebelum ditemukan tim pencari dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), PMI, Satpol PP dan Damkar Tala serta relawan.
Remaja belasan tahun siswa berbagai sekolah menengah di Banjarmasin itu, mendaki bukit Lok Sajukung, Sabtu (9/1) sekitar pukul 18:30 Wita, dengan tujuan lokasi perkemahan. Namun rupanya mereka salah mengambil arah dan akhirnya tersesat.
Untungnya di lokasi mereka bertahan, masuk jangkauan sinyal HP. Sehingga dapat memberitahukan kondisi kepada rekannya masing-masing dan selanjutnya disebarkan melalui Orari.
Delapan remaja itu bertahan dengan satu tenda yang dalam kondisi tidak sempurna. Mereka, Ramadhani (17), M Amrullah (17), Salsabila (15), M Imam Akbar (17), Noor Rizky Putra (17), M Kamal (20), Arif Maulana (17) dan Muhammad Arya (17), semuanya beralamat di Jl Soetoyo S, Banjarmasin.
Informasi remaja tersesat di Lok Sajukung ini diterima Posko BPBD Tala, Minggu (10/1) dini hari sekitar pukul 02:00 Wita. Pencarian baru dilakukan sekitar pukul 04:00 Wita, karena harus mempersiapkan personel.
Dengan personel gabungan sebanyak 25 orang, anggota BPBD, PMI, Satpol PP dan Damkar Tala, relawan serta komunitas anggota Orari Tala, pencarian dilakukan sesuai dengan lokasi yang dikirim delapan remaja tersebut.
Menurut Bakram, pimpinan regu pencarian, lamanya proses persiapan selain karena kondisi lapangan yang akan dilintasi licin akibat hujan, juga mempersiapkan pakaian hangat buat remaja yang dalam pesannya terkena hipotermia.
“Kami berkordinasi lebih dahulu sebelum melakukan pencarian. Selain jalan yang licin, juga membawa perlengkapan untuk membantu mereka yang tersesat,” tandas Bakram.
Setelah sekitar satu jam melakukan pencarian, tim berhasil mendekati lokasi para pelajar yang tersesat bertahan, atau berjarak sekitar 500 meter dari posko pencarian.
Saat ditemukan, mereka terlihat kedinginan setelah sekitar sembilan jam bertahan di tenda yang kecil. Sedang mereka, berjumlah delapan orang.
“Kami segera memberikan pakaian hangat agar suhu badan mereka meningkat, kemudian mengevakuasinya ke PMI Tala,” jelas Bakram.
Arif Maulana, salah seorang remaja yang tersesat, mengaku khilangan arah saat di tengah perjalanan. Kondisi kian diperparah dengan turunnya hujan.
“Kami mencoba terus berjalan. Namun akhirnya memutuskan untuk bertahan sambil meminta bantuan, kebetulan ada sinyal HP,” kata remaja yang mengaku Siswa SMA Muhammadiyah I Banjarmasin itu.
Ketua PMI Tala, Haji Syahrian Nurdin mengatakan, pencarian orang tersesat di obyek wisata merupakan tugas yang harus disiapkan mengingat Tala sebagai destinasi wisata, baik pantai maupun alam pegunungan.
“Kita berupaya untuk membuat nyaman para pengunjung obyek wisata, termasuk dengan keselamatan mereka,” kata Syahrian Nurdin saat menemui para remaja asal Banjarmasin itu.
Delapan Remaja tersebut kembali ke Banjarmasin setelah mendapatkan sarapan pagi dan pengecekan kesehatan oleh dokter PMI Tala. (zkl/foto: zul yunus)