PELAIHARI, banuapost.co.id– Tokoh masyarakat Tanah Laut, H Nurdin, termasuk Ketua DPRD Muslimin, mendukung vaksinasi Covid-19 yang dicanangkan pemerintah dalam upaya menekan perkembangan virus corona.
Kedua tokoh itu mengikuti pencanangan vaksinasi Covid-19 yang berlangsung di Puskesmas Angsau, Pelaihari, Jumat (29/1). Pencanangan vaksinasi ditandai dengan penyuntikan perdana ke Bupati Tala, H Sukamta.
Setelah Sukamta, berturut-turut Sekda Tala, Dahnial Kifli, Dandim 1009 Pelaihari, Letkol Infanteri Adi Yoga Susetyo, Wakapolres Kompol Fauzan Arianto, Ketua Komisi II Edi Porwanto dan Kepala Kesbangpol Rafiki Effendi.
Menurut H Nurdin, sebagai tokoh masyarakat merasa terpanggil untuk memberikan contoh kepada masyarakat Tala, vaksinasi tidak membahayakan.
“Kami dan bupati sudah menjalani vaksinasi. Alhamdullillah, tidak menimbulkan gejala apa. Ini membuktikan vaksin Covid-19 tidak membahayakan, seperti yang sudah dilakukan di daerah lain,” kelas H Nurdin setelah sekitar 15 menit disuntik vaksin.
Kepada warga Tala, pengusaha asal Kintap yang juga ketua DPC PDIP Tala, berharap agar kalau nanti program vaksinasi berjalan sampai ke masyarakat, tidak perlu cemas dan takut.
“Masyarakat diharapkan ikut mendukung program vaksinasi ini untuk menekan perkembangan Covid-19,” tegasnya.
Sementara Ketua DPRD Tala, Muslimin, juga berharap masyarakat dapat mendukung program, dan mendoakan Covid-19 segera berlalu.
Menyinggung masalah anggota DPRD apakah harus mengikuti vaksinasi, ia mengatakan harus. Karena sebagai anggota dewan, mereka sering bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Wajib anggota DPRD ikut program ini, mengingat sering bertemu dengan konstituennya masing-masing, maupun masyarakat umum,” tandasnya.
Sedang Wakapolres Tala, Kompol Fauzan Arianto, dengan tegas mengajak masyarakat untuk turut serta dalam program vaksinasi. Karena demi kesehatan masyarakat.
“Saya berharap masyarakat nantinya segera mendatangi puskesmas atau tempat yang sudah ditentukan untuk divaksin,” kata perwira polisi kelahiran Barito Kuala itu.
Pada pencanangan vaksinasi, Kadinkes Tala, Hj Nina Sandra tidak dapat ikut, karena ada hipertensi. Sementara Edi Porwanto dan Rafiki Effendi, sempat ditunda untuk menormalkan tekanan darah. (zkl/foto: zul yunus)