BANJARMASIN, banuapost.co.id– Di tengah krisis akibat pandemi Covid-19, strategi kebijakan bisnis Bank Kalsel di 2021 mengusung Growing in The Crisis.
Kebijakan ini diinterpretasikan ke dalam tiga model bisnis sebagai key success factor untuk dapat terus bertumbuh. Yakni survival mode, adaptive mode dan offensive mode.
Model bisnis tersebut, menurut Dirut Bank Kasel, Agus Syabarrudin, diimplementasikan pada dua grand strategy, yakni IT development dan people development, yang kemudian diturunkan lagi pada tiga fokus strategi.
“Ketiga fokus strategi itu, optimalisasi pendapatan untuk dapat mempertahankan rentabilitas dalam kondisi wajar, efisiensi biaya berdasarkan skala prioritas, dan menjaga kualitas kredit (NPL),” jelas Agus dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2020 dan RUPS Luar Biasa (LB) 2021, Rabu (10/2).
Dengan tiga fokus strategi tersebut, lanjut Agus, diharapkan Bank Kalsel mampu meningkatkan kinerja keuangannya. Baik dalam hal pertumbuhan aset sebesar 8,41persen, DPK 9,71 persen, kredit 6,50 persen, dan laba sebesar 9,43 persen.
Sementara Komisaris Utama Bank Kalsel, Ary Bastari, optimis dan memberi dukungan terhadap manajemen Bank Kalsel dalam menatap 2021.
“Jika dilihat tantangan di 2021 ini, tentu tidak mudah bagi Bank Kalsel untuk mencapai target yang telah ditetapkan. Apalagi di tahun ini sektor perekonomian masih dihadapkan dengan kondisi pandemi Covid-19 yang masih mencekam,” katanya.
Tapi dengan konsistensi dan kerjasama antar lini untuk terus berbenah dan fokus dalam bekerja, Ary meyakini target tersebut bisa diwujudkan, bahkan melampaui.
Sedang Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor, mengharapkan Bank Kalsel sebagai salah satu badan usaha milik pemerintah daerah, terus konsisten dan selalu bergerak dalam meningkatkan kinerja usahanya.
“Meski dihadapkan pada situasi pandemi Covid-19, dan persaingan dengan kompetitor, saya meyakini Bank Kalsel bisa terus menjadi bank kebanggaan masyarakat Kalsel dan tetap eksis dari zaman ke zaman,” ucap gubernur.
Kerjasama antar unit kerja dan fokus bekerja, imbuh Paman Birin, sapaan familiar Gubernur Kalsel itu, sangat penting untuk dijaga, guna mewujudkan visi Bank Kalsel ke depan. (oie/foto: ist)