AMBON, banuapost.co.id– Presiden Joko Widodo mencanangkan Ambon New Port jadi pusat pertumbuhan industri pengolahan ikan dan konsolidasi kargo di wilayah Indonesia Timur.
Ini mengingat potensi perikanan di Maluku yang sangat besar, namun belum teroptimalkan dengan baik. Karena itu pembangunan sebuah fasilitas, diharapkan dapat memacu produksi perikanan lebih besar lagi.
Hal tersebut dikemukakan Kepala Negara ketika menjawab keluhan para pelaku usaha perikanan di Provinsi Maluku, Kamis (25/3). Presiden ke Kota Ambon dalam rangkaian kunjungan kerja ke Pelabuhan Yos Sudarso.
Bersama rombongan terbatas, Jokowi didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri BUMN, Erick Thohir, tiba di kawasan pelabuhan sekira pukul 06:40 WIT atau 08:40 WIB.
“Saya khusus datang ke Ambon hanya punya satu keperluan, kita akan membangun Ambon New Port yang kurang lebih di dalam perencanaan nanti ada 700 hektare terintegrasi antara pelabuhan logistik dan pelabuhan perikanan serta industri perikanan ada di satu lokasi,” jelas presiden sebagaimana dilansir dari laman Sekretariat Presiden.
Pengembangan pelabuhan baru tersebut, lanjut Jokowi, sangat dibutuhkan mengingat pelabuhan khusus perikanan saat ini telah mencapai kapasitas maksimum.
“Tahun ini akan dimulai pembangunannya dan kita harapkan dalam dua tahun akan selesai. Untuk itu saya minta nanti pelaku-pelaku fisheries industry bisa segera mendaftar dan ikut masuk ke dalam lokasi ini. Sehingga kita memiliki keyakinan, ini bisa jalan,” ucapnya.
Meski demikian, Kepala Negara menekankan agar rencana dan implementasi pembangunan pelabuhan baru tersebut, lebih dimatangkan. Agar nantinya dapat menjadi sebuah percontohan bagi pengembangan pelabuhan modern yang terintegrasi dengan industri perikanannya di daerah-daerah lainnya.
“Tadi disampaikan Dirut Pelindo mengenai potensi-potensi perikanan. Ada 800 ribu ton sebelah sini, kemudian sebelah utara ada 1,2 juta ton, kemudian agak di selatannya ada 2,6 juta ton. Saya kira Ambon New Port ini memang harus,” tandasnya.
Untuk diketahui, sebelum mengunjungi dan meninjau Pelabuhan Yos Sudarso, Kepala Negara terlebih dahulu meninjau jalannya proses vaksinasi massal bagi para petugas atau pekerja publik di pelabuhan yang terdiri atas pegawai dari PT Pelni, PT Pelindo dan KSOP (Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan). (oie/foto: setpres)