JAKARTA, banuapost.co.id– Presiden Joko Widodo resmi luncurkan program Literasi Digital Nasional secara virtual serentak 34 Provinsi dan 514 kabupaten/kota di Indonesia, Kamis (20/5).
Bertajuk: “Indonesia Makin Cakap Digital”, program yang diinisiasi Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi ini, tak hanya ditayangkan secara live dikanal Youtube Kemenkominfo TV, tapi juga di 16 stasiun televisi yang ada.
Menurut Kepala Negara dalam sambutannya, tantangan di ruang digital semakin besar. Belum lagi konten-konten negatif terus bermunculan yang membuat kejahatan di ruang digital kian meningkat.
“Hoaks, penipuan daring, perjudian, eksploitasi seksual pada anak, perundungan siber, ujaran kebencian, radikalisme berbasis digital perlu terus diwaspadai karena mengancam persatuan dan kesatuan bangsa,” tegas presiden.
Literasi digital, sambung Jokowi, kerja besar. Karena itu, pemerintah tidak bisa jika hanya bekerja sendirian. Perlu mendapat dukungan seluruh komponen bangsa agar semakin banyak masyarakat yang melek digital.
“Saya memberikan apresiasi kepada 110 lembaga dan berbagai komunitas yang terlibat dalam program literasi digital nasional ini. Saya harap gerakan ini menggelinding dan terus membesar, bisa mendorong berbagai inisiatif di tempat lain, melakukan kerja-kerja konkret di tengah masyarakat agar makin cakap memanfaatkan internet untuk kegiatan edukatif dan produktif,” kata presiden.
Dikesempatan ini, Kepala Negara mengajak untuk meminimalkan atau mengurangi konten negatif di sosial media dengan memberikan konten positif di ruang digital.
“Kewajiban kita bersama untuk terus meminimalkan konten negatif, banjiri ruang digital dengan konten-konten positif. Kita harus tingkatkan kecakapan digital masyarakat agar mampu menciptakan lebih banyak konten-konten kreatif yang mendidik, yang menyejukkan, yang menyerukan perdamaian,” tandasnya.
Acara ini turut dihadiri Mendagri, Mendikbud Ristek dan artis ibukota, seperti Semuel A Pangerapan, Nicholas Saputra, Aurelie Dinda, Indra Herlambang, dan Nycta Gina. (oie/foto: ist)