BANJARBARU, banuapost.co.id– Korban meninggal dunia akibat terinfeksi virus corona di Kalsel sepanjang Kamis (26/8), tercatat 23 orang, Dengan tambahan ini, totalnya sejak pandemi awal Maret tahun lalu jadi 2.085 kasus.
Ke-23 korban tersebut, sebagaimana data Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTP2) Covid-19 Kalsel berasal dari Banjarmasin: 12, Tanah Bumbu: 5, Hulu Sungai Utara (HSU): 3, Balangan: 2, Banjarbaru: 1 orang.
Sementara kasus baru di hari yang sama ini, bertambah 473 warga, Sehingga totalnya menjadi 64.685 orang. Namun 9.578 pasien di antaranya masih dalam perawatan Sedang yang sembuh, bertambah 968 pasien. Sehingga totalnya jadi 53.019 orang.
Berikut sebaran ke-473 kasus positif baru yang dilaporkan 13 kabupaten/kota: Tanah Laut: 82, Banjarbaru: 60, Banjarmasin: 57, Tabalong: 52, Tanah Bumbu: 44, Hulu Sungai Tengah (HST): 42, Kabupaten Banjar: 36, Hulu Sungai Selatan (HSS): 30, Barito Kuala: 20, HSU: 19, Tapin: 15, Balangan: 12, Kotabaru: 4 orang.
Sedang sebaran ke-968 pasien sembuh (Banjarmasin nihil): Tanah Laut: 291, Tanah Bumbu: 280, Kabupaten Banjar: 113, Barito Kuala: 56, Banjarbaru: 51, HSS: 43, Tabalong dan Balangan: masing-masing 30, Tapin: 28, HSU: 24, HST: 20, Kotabaru: 2 orang.
Dengan data tersebut, persentase kesembuhan Covid-19 di Kalsel mencapai 81,97 persen, dirawat 14,81 persen dan meninggal dunia 3,22 persen.

Seiring dengan bertambahnya korban akibat terpapar Covid-19 di Kalsel ini, warga diimbau untuk selalu mematuhi dan memberlakukan protokol kesehatan (prokes) dimanapun dan kapanpun.
Prokes tersebut antara lain, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, rajin mencuci tangan dengan air mengalir. Imbauan ini tentu bukan tanpa alasan. Pasalnya virus menyerang tanpa memandang status maupun usia. Ahli dibidang medis pun turut menjadi korban bahkan hingga meninggal dunia. (oie/ilust: ist)