BANJARBARU, banuapost.co.id– Jika akhir PPKM, Senin (6/9), hanya 92 warga terkonfirmasi positif terinfeksi virus corona di Kalsel, sebalinya se-hari setelah perpanjangan, Selasa (7/9), kasus justeru melonjak dua kali lipat lebih, tepatnya 233 kasus,
Akibat tambahan yang signifikan itu, total Covid-19 di Kalsel menjadi 67.576 orang. Namun demikian, 2.893 pasien di antaranya masih dalam perawatan.
Di-hari yang sama ini, sebagaimana data Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTP2) Covid-19 Kalsel, ada penambahan sebanyak 511 pasien sembuh. Sehingga totalnya sejak pandemi awal Maret tahun lalu menjadi 62.378 orang.
Sementara yang meninggal dunia, dilaporkan ada 6 pasien. Sehingga kumulasinya jadi 2.245 kasus. . Ke-6 korban berasal dari Kabupaten Banjar, Tanah Bumbu, Tabalong, Hulu Sungai Utara (HSU), Kotabaru dan Tanah Laut.
Berikut sebaran ke-233 kasus positif baru yang dilaporkan 13 provinsi/kota: Tanah Laut: 73, Banjarmasin: 45, Banjarbaru: 30, Tanah Bumbu: 21, Kotabaru: 14, Tabalong: 11, Kabupaten Banjar: 10, Barito Kuala: 8, Hulu Sungai Tengah (HST) dan Balangan: 6, HSU: 4, Hulu Sungai Selatan (HSS): 3, Tapin: 2 orang.
Sedang sebaran ke-511 pasien sembuh (Banjarmasin nihil): Kabupaten Banjar: 247, Tanah Laut: 107, HSU: 29, Banjarbaru: 28, Balangan: 18, Barito Kuala, Tapin, HST dan Tabalong: masing-masing 14, Kotabaru: 10, HSS dan Tanah Bumbu: masing-masing 8 orang.
Dengan data tersebut, kini persentase kesembuhan akibati Covid-19 di Kalsel mencapai 92,39 persen, dirawat 4,28 persen dan kematian 3,33 persen.

Seiring dengan bertambahnya korban akibat terpapar Covid-19 di Kalsel ini, warga diimbau untuk selalu mematuhi dan memberlakukan protokol kesehatan (prokes) dimanapun dan kapanpun.
Prokes tersebut antara lain, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, rajin mencuci tangan dengan air mengalir. Imbauan ini tentu bukan tanpa alasan. Pasalnya virus menyerang tanpa memandang status maupun usia. Ahli dibidang medis pun turut menjadi korban bahkan hingga meninggal dunia. (oie/ilust: ist)