JAKARTA, banuapost.co.id– Dari 274.439 spesimen corona yang diperiksa sepanjang Rabu (6/10), didapat 1.484 warga terinfeksi. Dengan tambahan itu, total korban Covid-19 di Indonesia tercatat 4.223.094 kasus. 28.381pasien masih dirawat.
Kesembuhan di hari yang sama, sebagaimana dilansir dari laman covid19.go.id, ada sebanyak 2.851 pasien. Sehingga secara keseluruhan sejak pandemi awal Maret tahun lalu, jadi 4.052.300 orang.
Sementara yang meninggal dunia, hari ini dilaporkan ada 75 pasien. Kumulasinya pun menjadi 142.413 kasus. Sedang suspek, pemerintah masih memantau terhadap 170.894 orang tersebar di 510 kabupaten/kota di 34 provinsi.
Sebelumnya, Selasa (5/10), tercatat total 4.221.610 kasus positif virus corona. Sembuh sebanyak 4.049.449 orang dan yang meninggal dunia 142.338 kasus.
Berikut sebaran 1.484 kasus baru yang dilaporkan 34 provinsi, DKI Jakarta: 203, Jawa Tengah: 166, Jawa Timur: 158, Jawa Barat: 104, Bangka Belitung: 64, Sumatera Utara: 62, Bali: 60, Sulawesi Selatan: 57, Kalimantan Timur: 54 kasus.
Kemudian, Riau: 50, Sulawesi Tengah: 47, DI Yogyakarta: 45, Nusa Tenggara Timur: 43, Sumatera Barat: 36, Kalimantan Barat: 36, Aceh: 35, Papua Barat: 34, Banten: 33, Lampung: 24, Kalimantan Tengah: 20, Kalimantan Selatan: 18, Jambi: 14, Kepulauan Riau: 14 kasus.
Disusul, Kalimantan Utara: 12, Nusa Tenggara Barat: 12, Papua: 12, Sumatera Selatan: 11, Sulawesi Barat: 6, Bengkulu: 5, Maluku Utara: 4, Sulawesi Tenggara: 3, Maluku: 3, Gorontalo: 2 kasus.

Masih jatuhnya korban akibat terpapar virus corona, pemerintah mengimbau agar selalu menerapkan 3M dalam ke seharian. Yakni Menjaga jarak dan hindari kerumunan. Karena di antara kita bisa jadi ada yang terinfeksi Covid-19, namun merupakan orang yang tidak menunjukkan gejala
Mencuci tangan pakai sabun dengan rutin, terutama sesudah menyentuh permukaan benda dan sebelum menyentuh bagian mata, hidung dan mulut. Sabun dapat membunuh virus penyebab Covid-19.
Selain 3M, dukung juga upaya pemerintah untuk melakukan 3T (testing, tracing, treatment), serta siap divaksinasi saat vaksin siap!
Keikutsertaan dengan imbauan ini, setidaknya Anda berandil ikut menekan laju penyebaran virus mematikan tersebut. Ini mengingat korban yang terpapar, tak memandang status maupun usia. Termasuk tokoh agama dan ahli di bidang medis pun, sampai meninggal dunia. (yb/ilust: ist)