PELAIHARI, banuapost.co.id– Banjir akibat air laut pasang (rob), menggenangi pemukiman warga di Desa Kurau, Kecamatan Kurau, Selasa (09/11) malam. Akibatnya, warga terpaksa begadang menunggu air surut sekitar pukul 01:00 sampai pukul 03:00 Wita.
Puluhan rumah yang terdampak berada di bantaran Sungai Kurau, seperti di RT 5 Jalan Ibadah 15 rumah, RT 2 Jalan Mawar 6 rumah, RT 13 Jalan Mawar 3 rumah dan RT 4 Pasar Kurau 4 rumah.
Ketinggian air yang masuk dalam rumah warga, mencapai 50 sentimeter. Kondisi demikian, biasanya berlangsung selama enam hari.
Menurut keterangan warga setempat, banjir rob yang menggenangi pemukiman terjadi hampir setiap tahun. Terutama di penghujung tahun, dimana curah hujan turut memperparah genangan di pemukiman.
Camat Kurau, Zulpuaddin, saat dikonfirmasi, membenarkan saat ini banjir rob menggenangi pemukiman di Desa Kurau. Selain menggenangi pemukiman, juga menggenangi Jalan Swadaya yang memanjang di bantaran Sungai Kurau.
“Warga saat ini siaga sambil menunggu air surut pada dini hari nanti. Biasanya sekitar pukul 01:00 sampai pukul 03:00 Wita,” kata Camat melalui sambungan telepon dari lokasi.
Kawasan yang tergenang banjir rob, sambung camat, juga merupakan kawasan langganan banjir jika curah hujan tinggi, seperti yang terjadi pada Januari 2021 lalu.
“Saat ini kita sudah memasuki musim hujan. Kalau curah hujan turun tinggi, seperti awal tahun lalu, warga dipastikan harus mengungsi lagi,” jelasnya.
Selain Desa Kurau, banjir rob juga dialami Desa Sungai Rasau dan Desa Pantai Harapan, Kecamayan Bumi Makmur. Dua desa bertetangga ini berada di bantaran sungai. (zkl/foto: zul yunus)