PELAIHARI, banuapost.co.id– Warga Desa Muara Kintap dan Kebun Raya, Kabupaten Tanah Laut, mengeluhkan jalan yang menghubungkan karena penuh lubang. Padahal jalan tersebut, merupakan akses satu-satunya untuk keluar masuk desa.
Kerusakan semakin parah saat proses pengerjaan pemecah gelombang di Muara Kintap. Akibat truk membawa material batu gunung, membuat beberapa ruas jalan berlubang. Sehingga kalau hujan meninggalkan genangan.
Rusaknya jalan tersebut membuat orang tua di Muara Kintap was-was. Mengingat anak mereka banyak yang sekolah di luar desa pernah terjatuh.
Seorang ustadz asal Muara Kintap juga mengalami musibah terjatuh di jalan sepanjang 11 kilometer itu, beberapa bulan lalu. Bahkan salah seorang warga, meninggal setelah terjatuh di jalan yang rusak.
Alimudin, warga Desa Muara Kintap, membenarkan saat ini kondisi jalan dari Kebun Raya menuju desanya dalam kondisi rusak, meski sebagian sudah ditimbun dengan batu split.
“Kemarin sempat banyak terdapat lubang. Saat ini sudah ada penimbunan, namun kami berharap jalan dapat segera diperbaiki atau diaspal,” ujar lelaki yang akrab disapa Aco, Selasa (8/3).
Warga Desa Kebun Raya yang banyak memiliki kerabat di Desa Muara Kintap, juga mengeluhkan rusaknya jalan tersebut. Mereka memilih tidak bepergian pada malam hari jika tidak penting, mengingat hampir 6 kilometer dari 11 kilometer jalan, dalam kondisi rusak.
Kondisi ini sangat ironis, mengingat Desa Kebun Raya 5 tahun berturut-turut meraih penghargaan taat pajak. Bahkan pada 2021, menduduki peringkat pertama.
Mulya, Kades Kebun Raya, mengaku banyak mendapat keluhan menyangkut kondisi jalan. Warganya berharap, pemerintah dapat segera memperbaiki jalan yang rusak tersebut, mengingat kerusakan sudah hampir dua tahun.
“Apalagi sudah banyak yang jatuh saat melintas di jalan yang rusak,” ucap kades.
Sementara, Kabid Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPR-P) Tala, Dwi H Putra mengatakan, perbaikan jalan Kebun Raya – Desa Muara Kintap akan dikerjakan pada tahun ini juga dengan menggunakan dana alokasi khusus (DAK). Namun tidak sepanjang ruas jalan. Perbaikan akan dilakukan di beberapa titik yang mengalami kerusakan.
“Belum tahu berapa panjang jalan yang rusak dan pada titik-titiknya pekerjaan perbaikan dilakukan,” kata Kabid Bina Marga saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon. (zkl/foto: zul yunus)