JAKARTA, banuapost.co.id– Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Mardani H Maming, mengajak anak muda berani menjadi pengusaha pemula.
Ajakan disampaikan saat memberikan sambutan pada acara Hari Ulang Tahun (HUT) Emas ke-50 HIPMI di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jumat (10/6).
Hadir dalam acara ini, Presiden Joko Widodo, Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi, Menteri BUMN, Erick Thohir, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dan Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid
Meski demikian, Mardani mengingatkan generasi muda dan pengusaha muda harus memiliki pola pikir dan mental seorang wirausaha. Punya fondasi nasionalisme yang kuat serta memiliki konsep sebagai pemain utama dalam menghadapi revolusi industri 4.0.
Begitupun dipercaturan politik, HIPMI yang sudah berdiri sejak 50 tahun silam telah melahirkan pemimpin-pemimpin muda. Bukan hanya menteri-menteri, tapi juga menjadi Presiden RI.
Karena itu, HIPMI akan menjadi barometer di 2045. Siapapun yang menjadi pemimpin di masa depan, tidak lepas dari kader HIPMI.
Kabinet sekarang ini, menurut Mardani, dari kader HIPMI ada empat menteri. Salah satunya, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia yang melahirkan produk siapapun berinvestasi di daerah, mewajibkan 10 persen dikeluarkan kepada pengusaha-pengusaha daerah.
Bahkan HIPMI, sambung Mardani, meminta pengusaha nasional tidak hanya berbisnis di dalam negeri. Tetapi melihat peluang di negara lain. Ini dimaksudkan agar kualitas pengusaha nasional bisa bersaing dengan pengusaha asing.
Karena tidak mungkin anak-anak daerah atau pengusaha nasional bisa bersaing dengan pengusaha asing yang dananya sudah lebih duluan dan SDM-nya sudah lebih siap. Oleh sebab itu, dibutuhkan intervensi pemerintah untuk melahirkan ring-ring permainan bisnis yang sesuai dengan ringnya sendiri.
Salah satu contoh kalau di daerah, lanjut Mardani, biasanya ada penunjukkan langsung di bawah Rp 200 juta oleh kepala daerah. Itu sudah semestinya dikerjakan kepada pengusaha-pengusaha muda agar berani menjadi pengusaha.
Begitupun kepada pengusaha yang sudah sukses, CEO PT Maming Enam Sembilan Group yang membawahi 56 entitas anak perusahaan, berpesan tidak ikut campur di pekerjaan di bawah Rp 200 juta. Sebaliknya mendorong anak muda berani menjadi pengusaha pemula.
“HIPMI berharap anak muda memiliki akses untuk memulai bisnis, salah satunya melalui regulasi perbankan yang ramah bagi calon pebisnis muda,” kata mantan Bupati Tanah Bumbu, Kalsel, dua periode itu.
Sebab banyak anak muda baru lulus sekolah menengah maupun perguruan tinggi yang memiliki minat membuka bisnis. Namun ketika hendak meminjam modal di bank, prosesnya cukup sulit. Bahkan tak jarang hanya jadi mimpi. (yb/foto: ist)