PANTAU- Kades Asam-Asam, Abdul Muhid dan staf, memantau ketinggian air di RT 6 Asam-Asam Kampung Senin (5/9). RT 6 jadi salah satu titik genangan terparah dari 10 RT di wilayah tersebut karena lokasinya di bantaran sungai.
PELAIHARI, banuapost.co.id– Warga Asam-Asam Kampung, Kabupaten Tanah Laut, kembali harus waspada akan datangnya banjir susulan akibat hujan masih mengguyur Kabupaten Tanah Laut dan sekitarnya,
Padahal warga salah satu kecamatan di Kabupaten Tanah Laut (Tala) ini, baru saja bersih-bersih rumah akibat banjir yang terjadi pada Selasa (30/8), hingga menyebabkan sepuluh rukun tetangga (RT) atau 300 rumah dan 1.144 jiwa terdampak.
Berdasarkan laporan warga, saat ini air sudah mulai merendam jalan lingkungan di RT 10 dan RT 6, sampai pukul 12:00 Wita ketinggian air terus bertambah, tetapi tidak secepat dibandingkan 5 hari lalu.
Abdul Muhid. Kepala Desa Asam-Asam. membenarkan adanya kenaikan debit air di Sungai Asam-Asam yang melintasi Asam-Asam Kampung, namun kenaikan air kali ini ridak secepat banjir yang merendam ratusan rumah warganya beberapa hari lalu.
“Ada kenaikan debit air sungai pagi ini. Sebagian sudah melintas jalan lingkungan, namun air tidak cepat naiknya,” kata kades saat dikonfirmasi, Senin (5/9).
Hal yang sama juga dialami warga Desa Kintapura, Kecamatan Kintap. Air Sungai Kintap mulai meluber ke jalan lingkungan di RT 9, namun ketinggian air masih bertahan di jalan lingkungan, tidak sampai masuk rumah warga, seperti banjir 30 Agustus 2022 lalu.
Kades Kintapura, Usaini, mengatakan. ketinggian air di kawasan bantaran Sungai Kintap, sampai Senin (5/9) siang masih bertahan menggenangi jalan lingkungan. (zkl/foto: zul yunus)