PELAIHARI, banuapost.co.id– Semarakan JUT ke-57 Tanah Laut (Tala), setidaknya tiga Lembaga Adat Desa/ Kelurahan tampil di stand Expo yang digagas Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) setempat.
Ini karena Kabupaten Tala dihuni masyarakat yang memiliki ragam suku dan kesenian dengan adat istiadat yang dilakukan secara turun-temurun.
“Kondisi inilah yang menjadi perhatian DPMD Tala,” ujar Kepala Bidang Bina Pengembangan Kawasan Perdesaan pada DPMD Tala, Ary Setyawan Hiung , Sabtu (3/12).
“Kita melibatkan ada tiga Kelembagaan Adat Desa/ Kelurahan pada Expo tahun ini untuk datang dan menampilkan kesenian mereka. Memang ada banyak Kelembagaan Adat/ Desa di Tala, akan tetapi kita hanya libatkan tiga ini. Ke depan kita ingin mengadakan semacam Expo untuk Kelembagaan Adat Desa/ Kelurahan se-Tala, semoga bisa terealisasi,” lanjut Ary.
Sementara, Pejabat Fungsional Tertentu (JFT) Penggerak Swadaya Masyarakat pada DPMD Tala, Siti Zaleha, berharap dengan diundangnya Lembaga Adat Desa/ Kelurahan pada kegiatan Expo Tala tahun ini bisa terus melestarikan dan mengenalkan budaya dan kesenian yang dimiliki.
“Kita berharap dengan adanya perhatian kepada kelembagaan adat desa/ kelurahan ini, kita bisa semakin memberdayakan masyarakat adat yang tersebar di desa-desa ataupun kelurahan di Tala termasuk juga kesenian-kesenian yang mereka miliki,” tandas Siti Zaleha.
Disampaikan Ary Setyawan Hiung, secara keseluruhan total Lembaga Adat Desa/ Kelurahan se-Kabupaten Tala sampai saat ini berjumlah 38 lembaga.
Adapun yang ikut memeriahkan kegiatan Expo Tala tahun ini secara bergantian di antaranya Lembaga Adat Dayak Meratus Desa Riam Adungan Kecamatan Kintap dengan kesenian Tarian Baigal dan Tarian Barongsai, Lembaga Adat Kayuh Baimbai Desa Tambang Ulang Kecamatan Tambang Ulang dengan kesenian Sinoman Hadrah, dan Lembaga Adat dari Desa Sambangan dengan kesenian Beladiri Kuntau. (ril/foto: diskominfo).