KUALA KAPUAS, banuapost.co.id– Kondisi ruas Jalan Pemuda yang menghubungkan Kota Kuala Kapuas dengan Kecamatan Dadahup, Kecamatan Pulau Petak dan Kecamatan Kapuas Murung, dikeluhkan warga.
Jalan kisaran sepanjang 48 kilometer dengan dua kilomter di antaranya sudah lama seperti tak mendapatkan perhatian, juga tk jarng mengundang celaka warga yang melintas, trutama pengendara sepeda motor.
Kondisinya semakin parah saat musim hujan. Selain jalan seperti kubangan karena banyak genangan yang dapat membahayakan pengendara roda dua.
Para pengguna jalan heran ruas jalan sepanjang 2 km tersebut atau antara Sei Pelinget dan Handil Gaben, Kecamatan Pulau Petak tidak pernah mulus, sementara sesudah ruas jalan itu kondisi jalan sangat mulus.
Elgin, warga Sei Tatas, Kecamatan Pulau Petak, membenarkan rusaknya ruas jalan kabupaten tersebut, ia mengaku cukup kesulitan jika ingin bepergian ke beberapa kota Kecamatan dari Kota Kuala Kapuas.
“Saya tidak mengerti mengapa ruas jalan tersebut selalu rusak, sementara yang lainnya mulus,” kata Elgin saat dikonfirmasi Jumat (3/2).
Hal yang sama juga diakui Atailah, salah seorang pengurus DPC Partai Gerindra Pulau Petak yang mengaku sering bepergian ke Kecamatan Dadahup.
Menurutnya, jalan menuju Kecamatan yang baru dimekarkan dari Kecamatan Kapuas Murung itu bermasalah sepanjang dua kilometer.
“Ada sekitar 2 kilometer ruas jalan yang menghubungkan Kuala Kapuas dengan beberapa kota kecamatan itu yang mengalami kerusakan berkepanjangan,” kata Atailah.
Sementara, H Ahmad Riduan, tokoh masyarakat Kapuas, berharap pemerintah daerah segera mengaspal jalan sepanjang 2 kilometer yang dikeluhkan warga, sehingga arus transportasi menjadi lancar.
“Kalau hanya timbunan, tanpa pengaspalan dipastikan setiap musim hujan jalan tersebut akan rusak. Jadi sebaiknya pemerintah segera mengaspal ruas jalan yang rusak demi kenyamanan pengguna jalan,” kata lelaki yang akrab dipanggil Amang Adha itu. (zkl/foto: zul yunus)