BANJARBARU, banuapost.co.id–
Sebanyak 4.516 hektare kebun sawit yang berada di tiga kabuten, Tanah laut,
Tanah Bumbu dan Kotabru, selama 2019 diremajakan.
“Secara nasional, target peremajaan kelapa sawit pekebun
di 2019 seluas 200 ribu hectare. Sementara
di Kalsel, ditargetkan seluas 4.516 hektare,” jelas Sekdaprov Kalsel, H Abdul
Haris, saat membuka sosialisasi
peremajaan kelapa sawit pekebunan, Senin (1/4).
Untuk mewujudkannya, lanjut sekda, diperlukan kerja keras
dari jajaran Dinas Perkebunan dan Peternakan, serta pihak terkait untuk
mencapai target.
Keseriusan mencapai target, juga tidak lepas dari potensi
kelapa sawit dimiliki Kalsel. Karena kelapa sawit juga menyumbang cukup besar
devisa negara.
“Mengingat potensinya sangat besar, maka perlu upaya
berkesinambungan untuk menjaga dan mengembangkannya,” katanya.
Sementara Kadis Perkebunan dan Peternakan Kalsel, drh
Suparmi, mengatakan, sumber dana untuk peremajaan kelapa sawit pekebun dari
Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS).
Besaran dana yang akan dikeluarkan untuk peremajaan
kelapa sawit ini sebesar 25 juta per hektare dan berbentuk dana hibah.
“Karena itu selain tiga daerah tersebut, daerah lainnya di
Kalsel juga dapat mengajukan
penyelenggaraan peremajaan kelapa sawit pekebun,” ujarnya.
Adapun luas perkebunan kelapa sawit di Kalsel
mencapai 404.231 hektare. Perusahaan
Besar Swasta (PBS) seluas 311.670 hektare, Perkebunan Rakyat 86.822 hektare dan
Perkebunan Besar Negara, 5.739 hektare.
Sedang dari sisi produksi, sebanyak 1.325.365 ton, produktivitas
CPO sebesar 3.288 kg per hektare. Sementara produktivitas inti sawit, mencapai
896,6 kg per hektare per tahun. (rny/foto:
hum)
