BANJARMASIN, banuapost. net– Molor lebih dari sebulan, Jembatan Alalak I atau Kayutangi Ujung sejak Senin (1/4) sore resmi ditutup selamas 2 tahun.
Sebelumnya rencana penutupan 25 Februari lalu, baik dari arah
Kota Banjarmasin maupun ke Kabupaten
Batola.
Menurut Kepala Satker Balai Besar Pelaksana Jalan
Nasional (BBPJN) Wilayah XI Kalimantan,
Syahriliansyah, setelah dipindahkan dan dibongkar, maka jembatan sudah
bisa ditutup untuk pengerjaan sisi Banjarmasin.
“Karena kalau tidak ditutup, beresiko untuk keamanan
kerja dan peralatan pelaksana proyek ini,” jelasnya.
Penutupan untuk pembangunan jembatan baru ini,
menyebabkan kepadatan lalulintas di Jembatan Terminal Handil Bakti yang menjadi
alternatif penghubung antara Batola dan Banjarmasin.
Di sisi Banjarmasin, penutupan mulai depan RS Anshari
Saleh. Pengendara yang menuju Batola, diarahkan menuju Jl Tembus Perumnas ke
jembatan Terminal Handil Bakti.
Begitu pula dari Batola menuju Banjarmasin, harus
menyeberang jembatan Terminal Handil Bakti, lalu diarahkan belok kiri ke
Perumnas Kayutangi.
Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Kalsel, AKBP Haris,
meminta masyarakat maklum dengan penutupan yang berlangsung selama dua tahun
ini.
Jembatan Terminal Handil Bakti yang kini menjadi menjadi
satu-satunya penghubung Batola dan Banjarmasin, hanya boleh dilalui kendaraan
roda dua dan mobil kecil. Sedang truk dan angkutan berat lainnya, dilarang
melintas.
Untuk truk dan angkutan berat yang ingin menuju
Banjarmasin dari Batola atau sebaliknya, diarahkan melalui jalan lingkar luar
utara atau Jl Gubernur Syarkawi tembus Jl A Yani Km 17, Gambut, Kabupaten
Banjar. (emy/foto: iman)
