BANJARBARU,
banuapost.co.id– Lima korban tanah rumbih
alias longsor di pendulangan intan tardisional
di Desa Pumpung, Kecamatan Cempaka, Banjarbaru, Senin (8/4), ditemukan
sudah tak bernyawa.
Mereka ditemukan Tim Rescue Kantor SAR Banjarmasin
bersama unsur potensi SAR termasuk masyarakat dan relawan, di kedalaman 12
meter.
Korban yang terakhir ditemukan, yakni Saltani alias Toni
(45). Pendulang intan warga Kertak Baru RT 23 Kelurahan Cempaka, Banjarbaru
itu, ditemukan Selasa (9/4) subuh sekitar pukul 04:45 Wita.
Sebelumnya, tim menemukan empat korban lainnya. Pertama,
pada Senin (8/4) pukul 16:30 Wita ditemukan korban Muhammad alias Jumat.
Selanjutnya korban kedua yang ditemukan, Aulia Rahman alias
Aau ditemukan pada Senin (8/4) pukul 17:55 Wita. Korban ketiga ditemukan pukul 21:30 Wita atas
nama Rofi’i alias Jomang (25), warga Sei Tiung RT 014, Kecamatan Cempaka.
Disusul korban keempat, Noval alias Oval (25), yang
ditemukan pukul 21:45 Wita.
Peristiwa tanah longsong di lokasi pendalangan intan ini,
terjadi Senin (8/4) sekitar pukul 13:30 Wita. Saat terjadi tanah longsor ada
tujuh pekerja atau pendulang intan di lokasi kejadian. Namun, dua orang berhasil
selamat karena berada di atas lubang.
Sedangkan lima pendulang lainnya, tertimbun longsong
dengan kedalaman diperkirakan mencapai 12 meter.
Menurut Kepala SAR Banjarmasin, Mujiono, dalam proses
evakuasi korban, diterjunkan dua tim yang kemudian bergabung dengan unsur
potensi SAR lainnya. Seperti TNI, Polri, relawan dan masyarakat. Tim gabungan
itu, kemudian dibagi menjadi empat tim.
“Satu tim bekerja empat jam. Karena proses pencarian
dilakukan 24 jam, sampai korban ditemukan,” jelas Mujiono.
Diakui Mujiono, proses pencarian atau evakuasi sempat
mengalami kesulitan karena lokasi berlumpur. Sehingga tim yang melakukan
pencarian hingga malam hari cepat kelelahan. (emy/foto: ist)
