BANJARBARU, banuapost.co.id–
Mahasiswa se Kalsel menggelar aksi demo di depan Kantor Setdaprov Kalsel, Jl Aneka
Tambang, Banjarbaru, Selasa (24/9).
Selain menuding Gubernur H Sahbirin Noor tidak serius dalam menangani karhutla, mereka juga minta disampaikan ke presiden agar pangdam, kapolda dan danrem, dicopot apabila tidak dapat mengatasi karhutla.
“Buktinya, ribuan hektare lahan terbakar sehingga
menimbulkan kabut asap,” teriak salah satu pemimpin demo.
Di hadapan pendemo, Paman Birin, sapaan akrab Gubernur Kalsel
itu, menampik semua tudingan. Sebaliknya dengan lantang mengatakan, pemerintah
daerah dan instansi terkait sudah berupa maksimal memadamkan karhutla di Provinsi
Kalsel.
“Bahkan sudah menindak tegas pelaku pembakar lahan,
baik perorangan maupun korporasi,” pungkas Paman Birin.
Di kesempatan yang sama, Kapolres Banjarbaru, AKBP Kelana
Jaya, juga mengatakan, 4 pelaku pembakaran lahan sudah diamankan.
“Ini bukti pihak kepolisian sudah menindak tegas
pelaku pembakaran lahan,” tandas AKBP Kelana Jaya.
Menurut kapolres, sudah ada 3 kasus dalam penyidikan.
Sementara satu kasusnya dalam proses penyelidikan.
Dalam orasinya, mahasiswa juga menuntut pemerintah
melakukan pengawasan berkala, pencegahan lahan gambut yang terbakar, serta
menyediakan tenaga medis dan obat-obatan untuk masyarakat yang terkena kabut
asap akibat dampak karhutla. (riz/foto:
rizal)
