BANJARBARU– Anda yang ingin berwisata ke Kalimantan Selatan, bakal semakin mudah dan menyenangkan. Pasalnya, pemerintah provinsi bekerja sama dengan pemerintah kabupaten dan kota serta berbagai komponen masyarakat, kini tengah mengembangkan Pariwisata Terpadu Berbasis Masyarakat.
Istimewanya lagi, inovasi pengembangan wisata ini dilengkapi dengan aplikasi borneotrip.id, segala sesuatu dengan kemudahan karena dapat terhubung dengan telepon.
Lihat saja aplikasi semacam go jack, grab, traveloka, tiket.com, bukalapak, dan lain sebagainya menjadi media atau fasilitas yang hampir tidak lagi bisa dipisahkan dengan kehidupan masyarakat.
Melalui laman borneotrip.id segala informasi tentang wisata, baik lokasi, travel, kuliner, cinderamata, dan lain sebagainya, bisa diakses. Penyedia laman memberikan informasi perkiraan biaya yang dibutuhkan para pelancong untuk menuju suatu lokasi wisata.
Menurut Riza Ahyari, anggota Tim Informasi Teknologi Pengembangan Pariwisata Kalsel, inovasi ini nyaris serupa dengan aplikasi traveloka. Namun tidak sama persis. Jika pada traveloka, transaksi pelanggan hanya dengan membeli.
“Sedang pada borneotrip.id, wisatawan bisa bertemu langsung dengan penjual cinderamata misalnya, atau penjual makanan khas Kalsel,” jelasnya di sela sosialisasi di Ruang Rapat H Aberani Sulaiman, Setdaprov Kalsel, Selasa (26/6).
Aplikasi ini melibatkan masyarakat, kelompok sadar wisata, travel, hotel, rumah makan, penyedia oleh-oleh. Wisatawan bisa langsung meminta layanan dengan sektor yang dibutuhkan.
Laman borneotrip.id ini adalah salah satu komponen penunjang program inovasi yang ditawarkan Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Abdul Haris Makkie.
“Pada aplikasi ini awal-awal dijalankan harus dikoordinir pemerintah terlebih dahulu. Apabila sudah jalan maka sepenuhnya digunakan dan dijalankan masyarakat maupun kelompok sadar wisata.
“Intinya, aplikasi ini bisa menyatukan antara masyarakat dan wisatawan. Mereka bisa berinteraksi secara langsung, bayar langsung juga jika ada biaya,’’ ujar sekda.
Bahkan, lanjut Haris, melalui aplikasi ini masyarakat biasapun bisa terlibat atau mempromosikan fasiltias yang berkaitan dengan kepariwisataan. Misalnyyang mempunyai rumah di pinggir sungai lalu ingin menyewakan satu kamarnya untuk wisatawan.
“Tinggal promosikan saja nanti di aplikasi itu. Jika ada yang menyewa itu urusan mereka bukan milik pemerintah,” ujar Haris. (dev/foto: hum)