TANJUNG, banuapost.co.id– Ruas Desa Banua Lawas menuju Desa Habau, Kecamatan Banua Lawas, mengalami retak lebih dari satu kilometer.
Kondisi demikian, seperti jadi pemandangan biasa bagi
pejabat Tabalong yang melintas di jalan tersebut. Pasalnya meski sudah lama
keadaan demikian, belum ada tindakan instansi terkait untuk melakukan
perbaikan.
Padahal maut, setiap saat mengintai warga yang melintas
di kawasan itu. Terlebih malam hari, karena sepanjang jalan tidak ada
penerangannya.
Kepala Desa Banua Lawas, Hornadi, yang diminta
konfirmasinya, kemarin, tak menampik ruas dari Desa Habau ke Desa Banua Lawas memang
sudah lama kondisinya rusak. Bahkan kini makin parah.
“Ruas jalan yang
retak mencapai lebih dari satu kilometer. Jalan juga sangat sempit sekitar 3,5 meter serta tidak
ada lampu penerangnya,” ujarnya
Kades juga mengeluhkan jalan makin hari makin
membahayakan. Apa lagi menghadapi musim penghujan. Selain khawatir amblas, malam
hari sangat rawan kecelakaan.
“Karena tidak ada wewenang pemerintah desa, karena jalan
sepenuhnya tanggungjawab pemerintah kabupaten,” ucap Hornadi.
Pemerintah desa, lanjut Hornadi, hanya bisa mengajukan
usulan perbaikan ke Pemkab Tabalong. Padahal sudah tiga tahun diperjuangkan, namun
sampai saat ini juga belum ada tanda-tanda perbaikan.
Karena itu, Hornadi berharap semoga cepatnya diperbaiki, paling
tidak ada penanganan sebalum ada korban. Ini mengingat jalan akses masyarakat antar
desa menuju pusat Kecamatan Banua Lawas.
Sementara Sekertaris Kecamatan Banua Lawas, M Hatta, tak menampik
banyak menerima keluhan warga Desa Banua Lawas, dan meneruskannya ke pemerintah
daerah.
“Kebijakan dan wewenang anggaran sepenuhnya dari
Dinas PU serta bupati dan dewan. Kami hanya bisa mengajukan usul, karena peran kecamatan
hanya koordinasi dan fasilitasi, serta monitoring,” jelasnya.
Karena itu, sambung Hatta, masyarakat diharapkan bersabar.
Karena semua keluhan sudah disampaikan ke kepala daerah dan DPRD Tabalong. (sri/foto: ist)
