PALANGKA RAYA, banuapost.co.id– Seiring dengan ditetapkanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya melakukan pemeriksaan ke setiap warga yang akan memasuki Ibu Kota Provinsi Kalteng itu, Kamis (2/4) hingga 14 hari ke depan.
Tim satgas yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan dan Satpol PP, menyetop semua kendaraan yang melintas.
Pengendara, baik roda dua maupun empat serta penumpangnya, diminta turun untuk kemudian diperiksa tim medis dengan cara pengecekan suhu tubuh.
Tidakcukup diperiksa suhu tubuh, warga juga diminta mencuci tangan dengan sanitizer yang sudah disiapkan. Sementara kendaraannya, disemprot dengan disinfektan.
Sedikitnya ada tiga titik lokasi yang dijaga satgas. Salah satunya di kawasan Kantor Kecamatan Sebangau, Jl Mahir Mahar, Km 14 Kota Palangka Raya.
Pengawasan ketat bagi warga di jalan, sebagai salah satu upaya untuk memutus mata rantai penyebaran virus asal Provinsi Wuhan, Tiongkok, yang sudah pandemi ke ratusan negara di dunia dengan korban jiwa puluhan ribu orang.
Miris memang melihat kondisi ini. Warga yang distop sementara untuk tidak melanjutkan perjalanan, dipaksa antre cukup lama menunggu karena terbatasnya alat pemeriksaan.
Sementara warga yang menunggu giliran diperiksa, tidak memperhatikan jaga jarak atau physical distancing. Sehingga membuat petugas berulang kali memberikan peringatan.
Kondisi minimnya peralatan medis untuk pemeriksaan suhu tubuh ini, tak ditampik Kadishub Kota Palangka Raya, Alman Pakpahan.
“Namun untuk mengantisipasi dan mencegah pandemi Covid-19, yang korbannya sudah ada di Kota Palangka Raya, dengan keerbatasan ini tetap harus kita lakukan,” imbuh Alman. (yb/din/foto: ist)