PALANGKA RAYA, banuapost.co.id– Belasan remaja Palangka Raya tidak tahu dibasa, diamankan jajaran Ditsamapta Polda Kalteng karena menggelar balapan liar di kawasan Sabaru, Kelurahan Sabaru, Minggu (19/4) petang.
Aksi 14 remaja lagu sugih ini disayangkan banyak pihak. Selain belangsung di tengah was-was warga Kota Palangka Raya dengan pandemi virus mahkota, risiko kecelakaan hingga nyawa melayang pun juga sangat besar.
Sebanyak 10 unit sepeda motor yang pretelan dan knalpot bersuara bising juga diamanan polisi untuk dikandangkan, sekaligus diproses pihak ditlantas.
Ketika petugas datang, meski sempat berusaha kabur dengan memacu sepeda motornya, namun satu per satu pelakon balap liar dapat diamankan.
Ironisnya, pelakon balap liar ini hampir sebagian besar berstatus pelajar yang duduk di bangku SMA. Memprihatinkannya lagi, di tengah pembatasan sosial akibat dampak wabah virus korona ini, tak satu pun yang memakai masker sebagaimana anjuran pemerintah.
Menurut Kasubgas 2 Pencegahan Covid-19 Ditsamapta Polda Kalteng, AKBP Timbul R Siregar, adanya balapan liar ini berkat laporan masyarakat.
“Ketika itu kita tengah sosialisasi pencegahan Covid-19. Karena adanya laporan warga, pengecekan kita lakukan. Ternyata informasi benar adanya, sehingga penangkapan dilakukan,” ujar AKBP Timbul. (yb/din/foto: ist)