BANJARBARU, banuapost.co.id– Sejak kasus pertama pertengahan Maret 2020 lalu hingga Jumat (1/5), Covid-19 di Kalsel tercatat sebanyak 179 terkonfirmasi positif. 145 pasien dirawat, 24 sembuh dan 10 meninggal dunia.
Sebagaimana pemetaan Tim Gugus Tugas Percepatan Penangan (TGTP2) Covid-19 Kalsel, dari 179 kasus tersebut, 74,7 persen merupakan laki-laki. Selebihnya 23,3 persen, perempuan.
Kemudian pemetaan berdasarkan kluster disebutkan, terbanyak dari riwayat perjalanan ke Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, yakni 58,55 persen. Kluster Jawa Barat, 13,57 persen dan 1,5 persen dari riwayat perjalanan ke Kalimantan Tengah.
“Sedang yang terinfeksi kontak lokal, termasik dengan kasus pertama, sekitar 26,28 persen,” kata Jubir TGTPP Covid 19 Kalsel, M Muslim, Jumat (1/5).
Selanjutnya, sambung Muslim, dari sejumlah kasus di Kalsel, sebanyak 26,20 persen dirawat di sejumlah rumah sakit. Kemudian isolasi mandiri atau ditempatkan di karantina khusus sebanyak 73,80 persen.
“Angka ini menunjukkan, di Kalsel dari seluruh kasus, lebih banyak pasien positif dengan gejala ringan atau tanpa gejala. Karena itu, lebih banyak yang isolasi mandiri atau dikarantina khusus,” jelas Muslim
Sedang angka kesembuhan, lanjut Muslim, persentasenya mencapai 13,4 persen. Sementara yang meninggal dunia 5,6 persen. Kemudian dirawat 81 persen, baik di rumah sakit maupun isolasi mandiri atau karantina khusus.
Menjelaskan rapid tes, menurut Muslim, dari 7.200 unit yang diterima Pemprov Kalsel, sebanyak 6.620 sudah didistribusikan ke kabupaten dan kota.
“Dari jumlah yang sudah didistribusikan itu, sebanyak 3.327 rapid tes sudah dilaporkan hasilnya, yakni 616 reaktif atau 16,10 persen. Sisanya non reaktif,” pungkas Muslim. (emy/foto: ist)