PALANGKA RAYA– Selama lima hari (19-25 Juli 2018) Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggelar Focus Group Discussion (FGD) dan survei nasional efektivitas kearifan lokal sebagai daya tangkal terhadap radikalisme di era mileneal.
“Sasaran survei 450 orang. Mereka para dosen, guru dan mahasiswa,” ujar Kabid BNPT Pusat, Puput Agus, Rabu (18/7).
Menurut Puput, Kalteng merupakan provinsi ke-17 yang telah dikunjungi dan digelar FGD. Berdasarkan data 2017, potensi radikalisme di Kalteng 55 persen, menduduki rangking 16 besar di antara 32 provinsi di Indonesia.
“Karena itulah cara mengatasinya dengan daya tangkal hukum dan kesejehteraan,” ujar puput, yang saat itu didampingi Mas,ud dan Andi Noor Fitrah, juga dari BNPT Pusat.
Nara sumber dalam FGD ini, H Syamsuri Yusuf (Sekretaris Umum MUI Kalteng), Sidik Rahman Usop (Budayawan), Barthel B Usin (Dewan Adat Dayak), Noor Muslim (Akademisi) dan M Haris Sadikin (unsur Pers/wakil Ketua PWI Kalteng serta Mahmudah (Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kalteng /unsur pemerintah). (sut/foto: sutran)