JAKARTA, banuapost.co.id– Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), menargetkan Jembatan Sei Alalak rampung di 2021.
Jembatan sepanjang 850 meter di kawasan Banjarmasin Utara itu, akan menggantikan Jembatan Kayutangi 1 yang telah berusia 30 tahun.
Target selesai 2021 jembatan yang menjadi jalur utama menghubungkan Banjarmasin dengan berbagai wilayah di Kalsel dan Kalteng, diharapkan dapat mendukung percepatan pemulihan ekonomi pasca pandemi Coved-19.
Menurut Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, konektivitas antar wilayah diperlukan agar pergerakan orang, barang dan logistik, lebih cepat dan efisien dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
Di samping itu dengan konektivitas yang semakin baik, diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal dan regional.
“Semakin terhubungnya Lintas Kalimantan, akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi kawasan. Karena di sekitarnya terdapat perkebunan, seperti sawit, karet dan pertambangan. Jadi akan mempercepat transportasi logistik,” jelas Menteri Basuki di Jakarta, Senin (18/5).
Pekerjaan Jembatan Sei Alalak mengunakan dana dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) senilai Rp 278,4 miliar. Kontraktornya, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk-PT Pandji, KSO dengan skema pekerjaan tahun jamak (multiyears).
Jembatan tersebut didesain untuk dapat dilintasi kendaraan dengan tonase maksimal 10 ton. Lebih kuat dari struktur jembatan lama Kayutangi 1 yang berasal dari rangka baja kelas B dengan kemampuan menahan. (yb/den/*/foto: ist)