MARABAHAN– Hampir saja, Selasa (25/7) siang, menjadi hari yang naas bagi sejumlah siswa SMPN-3 Kuripan saat menuju perjalan pulang ke Desa Jambu Baru, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Batola.
Bagaimana tidak, di tengah perjalanan kelotok yang mereka tumpangi nyaris bertabrakan dengan tongkang batu bara. Beruntung insiden bisa dihindari. Meski demikian, sejumlah siswa yang takut sempat berloncatan terjun ke Sungai Barito, bahkan di antaranya sempat mengalami trauma.
Kepanikan para pelajar itu terlihat dalam video yang diperoleh banuapost.co.id.
Di tepian sungai yang sudah dangkal, sejumlah siswa laki-laki dan warga setempat berusaha menolong para korban yang panic. Bahkan seorang siswi, terus menangis meski sudah berusaha ditenangkan.
“Taluh eh beh (sambil menyebut nama) jadi umbet. (tidak apa-apa sudah berakhir),” ujarnya terdengar menenangkan, dalam bahasa Bakumpai.
Sementara suara pria lainnya yang diduga juga siswa, dengan intonasi sedikit panik memerintahkan yang lainnya untuk segera menolong korban lainnya.
Kapolsek Kuripan, Ipda Hadrianor, dikonfirmasi via telpon, Rabu (25/7) sore, membenarkan peristiwa tersebut.
“Kejadiannya pas waktu siswa pulang sekolah. Namun tidak ada korban. Semuanya kini dalam kondisi sehat wal afiat,” ujarnya.
Menurut Hadrianor, dari informasinya yang dia terima, hal itu terjadi lantaran kelalaian pengemudi kelotok.
“Namun sebelum sempat menabrak tongkang, kemudi berhasil dibelokan ke pinggir sungai yang airnya dangkal,” jelasnya.
Sedang seorang siswi yang disebut-sebut trauma, lanjut Hadrianor, kondisinya kini telah normal kembali.
“Sebenarnya tidak trauma, tapi kabarnya waktu kejadian dia itu kesurupan,” ujar kapolsek. (rd/foto: ist)