JAKARTA, banuapost.co.id – Presiden Joko Widodo menyambangi Masjid Istiqlal dalam rangka meninjau kesiapan penerapan prosedur kenormalan baru di sarana ibadah, Selasa (2/6).
Dalam kesempatan itu, Kepala Negara juga memeriksa perkembangan proyek renovasi masjid, setelah sebelumnya dikunjungi presiden pada awal Februari 2020 lalu.
Meski demikian, hingga saat ini belum diputuskan apakah nantinya Masjid Istiqlal akan langsung dibuka dan dapat digunakan untuk umum setelah renovasi selesai dilakukan pada Juli mendatang.
Kepala Negara berpesan agar keputusan yang nantinya diambil harus dilandasi data-data ilmiah dan melalui tahapan-tahapan dan protokol yang ketat.
“Karena kita tahu, penyebaran covid sampai saat ini di Tanah Air memang belum semua provinsi dan wilayah bisa dikendalikan,” ucapnya.
Oleh sebab itu, pembukaan baik untuk tempat ibadah maupun aktivitas ekonomi, sekolah, semuanya melalui tahapan-tahapan yang ketat dengan melihat angka-angka kurva dari R0 dan Rt nya.
“Semuanya memakai data-data keilmuan yang ketat. Sehingga diharapkan akan berjalan dari tahapan ke tahapan, dari sektor ke sektor, dari provinsi ke provinsi sesuai dengan angka-angka yang tadi saya sampaikan,” imbuh presiden.
Renovasi lingkungan dan bagian bangunan masjid dengan daya tampung jemaah hingga 200 ribu orang, bertujuan untuk meningkatkan kualitas bangunan sebagai salah satu cagar budaya, sekaligus mendukung peningkatan fungsi aktivitas sosial keagamaan, kantor, dan kegiatan kemasyarakatan. Renovasi yang dilakukan, merupakan tindak lanjut dari arahan presiden sejak 2019 lalu.
Mendampingi presiden dalam kegiatan tersebut, antara lain Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, dan Dijen Cipta Karya Kementerian PUPR, Danis Hidayat Sumadilaga. (yb/din/foto: rusman)