JAKARTA, banuapost.co.id– Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) siap bersinergi dengan Kemenpora yang tengah mengembangkan talenta muda untuk Indonesia dengan output mencetak 5.000 kader wirausaha,
Kesiapan bersinergi dikemukakan Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI, Mardani H Maming, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi banuapost.co.id, Kamis (2/7).
Menurut Mardani, untuk menumbuhkembangkan jiwa-jiwa enterpreneur muda tidaklah mudah. Setidaknya ada beberapa tahapan yang harus dipersiapkan.
“Kita sangat butuh entrepreneur muda. Sebab industri atau ekonomi kreatif, sangat strategis ke depan bagi perekonomian nasional,” katanya.
Karena itu yang harus dipersiapkan, sambung mantan Bupati Tanah Bumbu itu, membangun kesadaran yang tinggi agar muncul minat.
“Setelah itu perlu diberdayakan. Setelah berdaya, perlu terus dikembangkan,” jelas CEO Holding Company PT Batulicin 69 dan PT Maming 69 dengan entitas puluhan anak usaha itu.
Oleh sebab itu untuk menumbuhkan jiwa entrepreneur, lanjut Mardani, perlu sinergitas dari berbagai kementerian dan lembaga, seperti kemenpora dengan terus berperan pada penumbuhan minat, fasilitasi dan apresiasi bagi mereka yang sudah berwirausaha serta berhasil.
“HIPMI menyambut baik kemenpora yang mengembangkan sektor ekonomi kreatif nasional di tengah pandemi Covid-19 dengan melahirkan 5.000 kader wirausaha,” imbuhnya.
Ditegaskan Mardani, ekonomi kreatif merupakan sektor strategis dalam pembangunan nasional ke depan. Karena itu, HIPMI siap bila diminta untuk memberikan masukan dan pemikiran, terkait dengan mencetak entrepreneur muda, khususnya di industri atau ekonomi kreatif.
“Saya berharap dalam mencetak entrepreneur muda tersebut, nantinya juga ada target pemerintah akan peta industri kreatif yang unggul di pasar domestik dan asing,” ucapnya.
Menurut Mardani, kontribusi industri kreatif, terutama sektor pakaian, terhadap perekonomian nasional, berandil besar dengan pendapatan nasional maupun serapan tenaga kerja.
“Banyak komoditas yang diproduksi secara rumahan, khususnya di daerah-daerah, yang diterima pasar dalam dan luar negeri. Di antaranya batik dan makanan ringan,” jelas Mardani.
Sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali, mengatakan, program prioritas kemenpora memberdayakan pemuda kreatif, inovatif, mandiri dan berdaya saing, serta menumbuhkan semangat kewirausahaan, perlu dipersiapkan dengan diawali membangun kesadaran tinggi di kalangan pemuda.
“Kemenpora tentu tidak bisa sendiri. Karena dari program ini, outputnya bermaksud mencetak 5.000 kader wirausaha muda, 34 sentra kewirausahaan pemuda, dan 470 akses permodalan,” jelasnya.
Oleh sebab itu, para generasi muda harus dibekali sejak di sekolah maupun perguruan tinggi, semangat dan cita-cita menjadi wirausaha yang berkarakter.
Agar setelah lulus, tidak bertumpu pada orang. Tetapi menjadi tumpuan orang. Tidak mencari kerja, tetapi menciptakan lapangan kerja. (yb/b2n/foto: ist)