BANJARMASIN, banuapost.co.id– Pemko Banjarmasin bakal mendatangkan sekitar 2.000 ekor lebih sapi dan 1.500 ekor lebih kambing, untuk memenuhi keperluan masyarakat melaksanakan ibadah qurban di Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah.
Hingga Selasa (7/7), di tempat penampungan Rumah Potong Hewan (RPH) Basirih, baru sekitar 260 ekor sapi yang datang dari Nusa Tenggara, ditambah 200 ekor sapi dari Madura, Jawa Timur.
Jumlah itu, sama dengan pasokan hewan untuk qurban tahun lalu. Karena pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, diprediksi tidak berpengaruh dengan jumlah keperluan hewan qurban.
“Berikutnya datang lagi 400 sampai 600 ekor sapi,” kata Annang Dwijatmiko, Medik Veteriner Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Banjarmasin, usai melakukan pemeriksaan kesehatan hewan.
Selain jumlah, Annang menegaskan, sapi tidak akan terpengaruh atau terpapah virus korona yang saat ini sedang melanda. Berbebda hal dengan ayam yang memang memerlukan adanya rapid test untuk memastikan terbebas dari virus flu burung.
“Kita pastikan sapi aman dari CoVID-19,” tandasnya.
Namun masyarakat diminta tetap waspada dengan penyakit yang menyerang sapi dan kambing yang banyak digunakan untuk hewan qurban, seperti antraks, jembarana, cacing pita dan cacing hati.
“Meski demikian, sejauh ini belum ada temuan hewan terkena penyakit-penyakit tersebut,” katanya.
Menurut Annang, beberapa sapi yang baru datang mengalami kelelahan fisik dalam pengirimannya melalui jalur laut. Bahkan juga ada ditemukan hewan yang mengalami patah tulang, sehingga harus segera dipotong untuk memenuhi stok daging di pasaran.
Adapun beberapa tips yang bisa digunakan masyarakat untuk memilih hewan qurban yang sehat, Annang membeberkan bisa diketahui dari mata hewan itu cerah, berdirinya kokoh, bulunya mengkilap, dan tidak mengalami cacat fisik. (emy/foto: deny yunus)