BANJARBARU, banuapost.co.id– Pemprov Kalsel diminta meningkatkan disiplin masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan. Karena kedisiplinan, salah satu kunci menekan angka penularan Covid-19.
“Upaya Pemprov Kalsel saya rasa sudah cukup baik. Namun harus terus ditingkatkan, termasuk mengajak tokoh masyarakat, agama dan adat. Sehingga target menekan pandemi, sesuai yang kita inginkan bersama,” kata Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, saat kunjungan kerja ke Banjarbaru, Kamis (23/7).
Jenderal TNI bintang empat itu di dampingi Irwasum Polri, Komjen Agung Budi Maryoto, yang mewakili Kapolri Jenderal Idham Aziz. Rombongan bertemu Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor, di Gedung Idham Chalid Setdaprov Kalsel, Banjarbaru.
Panglima TNI dan Irwasum Polri akan membantu mengoptimalkan kampung tangguh untuk melakukan imbauan kepada masyarakat, sebagai bentuk komitmen hadirnya negara di tengah masyarakat.
Pada kesempatan ini, Panglima TNI dan Irwasum Polri melaksanakan kegiatan Bakti Sosial dengan menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Babinsa Liang Anggang, Babinkamtibmas Landasan Ulin Barat, Ormas Emergency Banjar Respon, PMI Banjar dan Tagana Prokasa.
Bantuan terdiri dari 2 ton beras dan 300 paket sembako. Berupa beras 5 kg, minyak goreng 1 liter, the celup 1 kotak, gula 1 kg, dan sarden 1 kaleng.
Sedang Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor menjelaskan, kemampuan kapasitas PCR di Kalsel sebelumnya sangat terbatas. Jumlah spesimen yang masuk melebihi kapasitas per hari. Sehingga terjadi penumpukan spesimen yang menyebabkan pasien harus menunggu hasil tes swab lebih dari 14 hari.
Namun saat ini, penumpukan spesimen sudah mulai terurai dan kemampuan pemeriksaan spesimen menjadi 1.218 per hari.
“Ini semua berkat kerja sama dengan beberapa rumah sakit dan laboratorium kesehatan yang ada di daerah. Serta bantuan alat PCR dari pemerintah pusat,” kata Sahbirin Noor.
Sahbirin Noor juga melaporkan, dalam menghadapi karhutla tahun ini, Kalsel memiliki kekuatan personil gabungan sebanyak 2.784 orang.
Sementara sosialisasi pencegahan karhutla terus dilakukan, baik itu dari media sosial, media elektronik dan media luar. Bahkan hingga pembekalan masyarakat di desa-desa.
Masalah kebakaran hutan ini dirasakan cukup mengganggu terutama di area seperti bandara yang biasanya terdapat kabut asap yang cukup tebal. Inilah yang kemudian menjadi prioritas wilayah penanganan karhutla, selain area rawan terbakar lainnya. (emy/foto: ist)