PELAIHARI, banuapost.co.id– Komplotan spesialis mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM), digulung tim gabungan Resmob Polda Kalsel, Resmob Polres Banjarbaru dan Satreskrim Polres Tala. Empat pelakunya mengaku berasal dari Provinsi Lampung.
Ke-4 tersangka warga Kota Agung Pusat, Kabupaten Tenggamus, Lampung itu, Iswandi, Jony Imron, Ario Pratama dan Rizky Adrian, diamankan Sabtu (22/8) pukul 01:00 Wita di perumahan dekat Danau Seran atau RT 19/ RW 03/ Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin, Banjarbaru.
Mereka diamankan berdasarkan laporan karyawan PT Swadarma Sarana Informatika, maintenance ATM Bank BNI, yang curiga adanya transaksi illegal di mesin ATM di depan RS Borneo Citra Medika Angsau. Karena saat diperiksa uang berkurang, sementara transaksi tidak terjadi.
Berdasarkan laporan, petugas kemudian mengecek CCTV untuk mengetahui siapa pelakunya, sampai akhirnya meringkus keempatnya tanpa perlawanan.
Empat kawanan itu menjarah uang di dalam mesin ATM Bank BNI menggunakan kartu ATM Bank CIMB NIAGA atas nama Gustian.
Mereka menggunakan kartu ATM tersebut untuk transaksi biasa. Namun saat uang keluar dari mesin, meeka mengganjalnya dengan obeng. Setelah itu menggunakan besi panjang untuk menarik uang di dalam mesin ATM. Besi panjang sekitar 30 sentimeter, ujungnya ditekuk sehinggga menyerupai huruf L.
Pada aksi di ATM Bank BNI depan RS BCM, komplotan sempat menarik uang sebesar RP 1.250.000, sesuai dengan laporan yang diberikan pihak PT SSI.
Iswandi kepada awak media mengaku aksi ini baru pertama kali dilakukannya berkat belajar dari YouTube. Sementara uang hasil jarahan, belum sempat digunakan.
Sementara menurut Kasatreskrim Polres Tala, AKP Alvin Agung Wibawa, berdasarkan keterangan tersangka, baru sekitar dua minggu tiba di Kalsel. Sebelum melakukan aksi, terlebih dahulu memantau mesin ATM yang akan digasak.
“Menurut pengakuanya, tidak semua mesin ATM yang dapat dicuri uangnya dengan teknik yang digunakan para tersangka,” kata kasat usai gelar perkara, Rabu (26/8). (zkl/foto: zul yunus)