BANJARMASIN, banuapost.co.id– Penanganan Covid-19 dan kebijakan-kebijakan terkait pengendalian ekonomi di masa pandemi dibeberkan Bupati Tanah Laut, H Sukamta, ke mahasiswa serta civitas akademika Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB).
Dalam kuliah umum itu, menurut Kamta, sapaan akrabnya, ketika Covid-19 datang, maka ada tiga persoalan utama yang dihadapi kepala daerah.
Ketiga persoalan itu, yakni penanganan Covid-19, penanganan ekonomi dan penanganan jaring pengaman sosial.
“Covid-19 lahan suburnya dimana orang banyak berkumpu. Padahal perekonomian, bergerak di tempat-tempat keramaian, seperti pasar, mall, cafe dan warung,” jelasnya.
Sejak ditetapkannya status tanggap darurat, sambung Kamta, Pemkab Tala bersama Gugus Tugas Penanganan Covid-19, telah melaksanakan rapid test massal. Sehingga pada Mei ada lebih dari 200 orang yang dikarantina.
“Untuk tempat karantina, Alhamdulillah kami punya eks RS Boedjasin yang berkapasitas sekitar 200 orang. Kemudian di asrama diklat sekitar 40 orang. Kami juga menyewa tiga hotel dan menyiapkan RS Hadji Boedjasin yang baru,” paparnya.
Upaya tersebut, lanjut Kamta, terbilang berhasil. Sebab pada Agustus terjadi penurunan kasus Covid-19 sampai dengan akhir September. Bahkan diawal Oktober, fasilitas karantina dan rumah sakit sempat kosong.
“Apalagi tingkat kesembuhan Covid-19 di Tala juga tinggi, yakni sekitar 93 persen dengan angka kematian 2,5 persen,” imbuhnya.
Hal itu juga didukung dengan Peraturan Bupati No: 99/ 2020 tentang Disiplin Protokol Kesehatan. Sebab yang terpenting, bagaimana memberikan kesadaran serta edukasi dan pendekatan kepada masyarakat terkait pentingnya protokol kesehatan.
“Mereka yang terjaring operasi, maka akan kita catat NIK nya. Sehingga apabila nanti ketemu lagi, kita berikan surat teguran. Jika kena lagi kita, minta beli lima masker hingga 10 masker. Jika terjaring lagi, maka akan kita suruh menanam pohon,” terangnya.
Pemkab Tala, menurut Kamta, juga tengah berupaya mendorong IKM serta sektor primer, seperti pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan, untuk menjaga stabilitas produksi sektor-sektor tersebut.
Selain itu, Pemkab Tala juga membuka peluang investasi yang masuk ke Tala. Sebab dengan adanya investasi, maka pertumbuhan ekonomi akan terdorong.
Begitupun dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), selalu mengawasi harga pasar. Sehingga jika terjadi kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat, maka Pemkab Tala segera melakukan operasi pasar.
“Kami juga membuat program Gerakan Peningkatan Usaha Rakyat Melalui Kredit Tanpa Agunan dan Rente Untuk Ekonomi Lemah (Gapura Karomah) untuk akses permodalan masyarakat,” ungkapnya.
Sukamta menambahkan, secara administrasi, Tala terbagi menjadi tiga zona wilayah. Wilayah Kecamatan Pelaihari, Bajuin, Batu Ampar dan Panyipatan, termasuk kawasan agropolitan. Kecamatan Bati-Bati dan Tambang Ulang sebagai kawasan industri, Kecamatan Kurau serta Bumi Makmur kawasan ketahanan pangan, dan Kecamatan Jorong serta Kintap sebagai kawasan industri berat.
Kuliah umum tersebut juga dirangkai dengan acara penandatanganan MoU kerja sama dalam menyediakan Sumber Daya Manusia (SDM) sesuai dengan fungsi, kewenangan dan kompetensi masing-masing dengan pihak UMB, serta penyerahan cinderamata dari kedua belah pihak. (zkl/foto: ist)