BANJARMASIN, banuapost.co.id– 10 November sebagai Hari Pahlawan, sebagaimana Keppres No: 316/1959 yang ditetapkan Presiden Soekarno, 16 Desember di tahun yang sama, untuk mengenang gugurnya sekitar 6.000 rakyat dalam pertempuran selama tiga minggu di Kota Surabaya, 1945.
Kini setiap peringatan hari bersejarah bangsa Indonesia ini, bagi seorang H Sahbirin Noor selalu terkenang dengan sosok Jenderal Soedirman. Panglima besar dengan strategi perang gerilyanya di Yogyakarta saat agresi militer Belanda II, 1948
Sosok Soedirman, pahlawan nasional, yang memimpin langsung pertempuran meski dalam kondisi ditandu karena sakit, jadi panutan dan inspirasi Paman Birin, sapaan familiar calon Gubernur Kalsel dengan nomor urut 01 ini.
Ungkapan sang Jenderal Besar: ”Tempat terbaik saya di tengah-tengah anak buah’’, begitu memotivasi Paman Birin ketika mengemban amanah rakyat dalam memimpin Banua. Itu diimplementasikannya dengan selalu berada di tengah-tengah rakyat.
Paman Birin mengaku pengagum berat Jenderal Bintang Lima itu. Sosok pahlawan nasional yang meninggalkan jejak kegigihan dan semangat pantang menyerah. Baik dalam memimpin pasukan, berorganisasi, bermasyarakat dan bernegara.
“Beliau sangat dihormati, bijaksana, tegas, tokoh pemersatu dan kesatria. Perjalanan hidup Jenderal Soedirman penuh keteladanan. Semangatnya mempertahankan kemerdekaan patut ditiru,” kata Paman Birin.
“Hendaknya perjuangan kita harus didasarkan pada kesucian. Kami percaya, perjuangan yang suci itu senantiasa mendapat pertolongan dari Tuhan,’’ lanjut Paman Birin kembali mengutip kata-kata Sang Jenderal Besar.
Momen Hari Pahlawan menurut pendamping Hj Raudatul Jannah, hendaknya pun jangan dijadikan seremonial belaka. Karena banyak hikmah yang bisa dipetik untuk menjalani kehidupan ini.
“Oleh sebab itu, jadikanlah Hari Pahlawan untuk menggerakkan kesadaran berbangsa dan bernegara yang diimplementasikan dalam aksi nyata,’’ imbuhnya.
Aksi-aksi nyata tersebut, sambung Paman Birin memberikan contoh, seperti menolong sesama warga terkena musibah, tidak melakukan provokasi yang dapat mengganggu ketertiban umum, tidak menyebarkan berita hoaks, tidak melakukan perbuatan anarkis atau merugikan orang lain dan sebagainya.
Semangat kepahlawanan juga dapat ditunjukkan dengan cara menorehkan prestasi di berbagai bidang kehidupan, memberikan kemaslahatan bagi masyarakat, dan membawa harum nama Banua.
“Karena itu, mari kita maknai Hari Pahlawan dengan wujud nyata. Bekerja dan bekerja membangun Banua tercinta ini dengan profesi masing-masing,’’ imbaunya. (yb/*/foto: ist)