JAKARTA, banuapost.co.id– Program bantuan kredit ke pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif yang digagas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), diapresiasi Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).
Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI, Mardani H Maming, menyambut baik program tersebut. Karena pariwisata dan ekonomi kreatif merupakan sektor prioritas, sehingga perlu didorong.
“HIPMI mengapresiasi program kemenparekraf yang akan mengucurkan bantuan kredit Rp 50 juta kepada pelaku UMKM di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujar Mardani dalam audiensi dengan Menparekraf, Sandiaga Salahuddin Uno, Selasa (2/2).
Namun untuk penyalurannya, lanjut Mardani, penting untuk dipastikan terlebih dahulu diidentifikasi data calon penerima by name atau by data pelaku usaha parekraf yang terdampak pandemi Covid-19.
Program bantuan kredit kemenparekraf ini, menurut Mardani, selaras dengan komitmen HIPMI membantu membangkitkan sektor pariwisata di penjuru nusantara. Sehingga diharapkan dalam waktu dekat dapat direalisasikan.
“Kami menyambut positif dan gembira sektor pariwisata dibuka kembali. Tentu banyak pengusaha anggota HIPMI yang juga ikut bangkit di sektor ini,” kata Mardani.
Menurutnya, sudah saatnya perekonomian didongkrak kembali setelah terdampak pandemi Covid-19 sejak Maret 2020. Begitu pula sektor pariwisata, harus terus didorong agar kembali tumbuh, hingga berdampak ke banyak sektor lainnya.
“Pariwisata ini cukup sentral dan dapat menjadi lokomotif kemajuan ekonomi suatu daerah. Karena akan ada banyak sektor kut tumbuh secara alamiah mengikuti. Contohnya transportasi, perhotelan dan lain sebagainya,” ungkap CEO PT Batulicin Enam Sembilan Group dan PT Maming Enam Sembilan itu.
Sementara Sandiaga Salahuddin Uno menyatakan, pada tahap awal dana sebesar Rp 3 triliun akan disalurkan kepada 60 ribu pelaku usaha. Bantuan kredit ini merupakan program Kredit Pemilihan Parekraf (KPP) yang sudah disetujui Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Skema pembiayaan ini diharapkan bermanfaat bagi UMKM parekraf, agar mereka dapat bangkit dari pandemi Covid-19 dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya,” ujar pria yang akrab disapa Sandi itu.
Kemenparekraf, sambung Sandi, juga membahas sejumlah skema pembiayaan murah dan cepat bagi para pelaku UMKM parekraf. Di antaranya, program Kredit Usaha Rakyat (KUR) di sektor parekraf pada tahun ini. Juga memanfaatkan skema kredit sosial, yaitu lewat bank wakaf mikro untuk memulihkan sektor parekraf.
“Kami menyepakati beberapa hal mengenai skema pembiayaan untuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, di mana ada beberapa skema yang sangat diperlukan oleh pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di tengah pandemi dan melambatnya ekonomi,” jelasnya.
Mereka yang terdampak, lanjut Sandi, akan diprioritaskan. Mulai dari pengusaha hotel-hotel melati sampai ke home stay. Juga para penyelenggaraan wisata mikro, seperti desa wisata, warung-warung, gerai-gerai dalam status kecil dan mikro.
Semua program tersebut, menurut Sandi, ditargetkan bisa mulai dilaksanakan 1 hingga 3 bulan ke depan. Karena sederet program pembiayaan pemulihan sektor parekraf itu, diharapkan bisa membuka lapangan kerja seluas-luasnya.
“Karena program ini, salah satu cara kita untuk mendorong pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang notabene menjadi sumber mata pencaharian bagi 34 juta masyarakat.” tandasnya. (b2n/foto: ist)