BARABAI, banuapost.co.id– Banjir bandang yang menerjang Kabupaten HuluSungai Tengah (HST), ternyata menyebabkan banyak warga kehilangan tempat berteduh. Akibatnya pun hingga sekarang ini, banyak warga di sejumlah desa harus mengungsi dan menempati tenda darurat.
Guna meringankan beban para korban, khususnya yang kehilangan rumah, Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), membangun hunian sementara (huntara) di sejumlah desa di kabupaten tersebut.
Hingga Ahad (14/2), sebanyak lima huntara sedang dalam dalam proses pembangunan. Lokasi pembangunan terletak di Desa Baru, Wake, Kecamatan Batu Benawa sebanyak 3 unit. Sedang 2 unit lainnya berlokasi di Desa Alat, Kecamatan Hantakan.
“Dari 5 unit tersebut, 3 unit sumbangan dari berbagai donasi yang dikelola IAI Kalsel dan 2 unit lain dibangun Pemkab HST,” jelas Ketua Tim Relawan Arsitek Peduli Banua, Akbar Rahman.
Menurut Dosen Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat ini, pembangunan huntara di HST direncanakan sebanyak 11 hingga 12 unit. 6 unit dibangun Pemkab HST melalui Dinas Perkim. Sedang 6 unit lainnya dibangun melalui donasi yang dikelola IAI Kalsel.
Diakui Akbar, timnya menemui sejumlah kendala. Seperti naiknya harga material bangunan, kondisi cuaca yang sering hujan, serta sulitnya mobilisasi material karena jalan dan jembatan yang putus.
“Selain itu jumlah tenaga kerja yang tersedia juga masih minim,” ujar pemegang gelar Doktor dari SAGA University, Jepang itu.
Meski dihadapkan beberapa hal yang menghambat proses pembangunan, namun menurut Akbar, tim terus mencari solusi agar pembangunan bisa cepat diselesaikan.
Seperti membawa material langsung dari Banjarmasin. Baik material yang dibeli tim maupun material yang diberikan berbagai pihak. Untuk mengatasi minimnya tenaga kerja, juga memberdayakan warga lokal untuk terlibat dalam pembangunan.
Selain itu juga hadir relawan pembangunan dari Majelis Muhbbatussholihin Martapura dan Majelis Raudhatul Ikhwan Banjarbaru. Sampai saat ini masih diperlukan pembangunan untuk 5 hingga 6 unit huntara lagi.
Masih diperlukan bantuan dari berbagai pihak, baik dalam bentuk donasi maupun material bangunan. Selain itu juga sangat diperlukan kehadiran para relawan, khususnya yang mempunyai keahlian dalam pertukangan dan konstruksi baja ringan. (emy/foto: ist)